
Semangat Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Tasikmalaya
Semangat perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 terasa kental di Kabupaten Tasikmalaya. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Taraju bersama seluruh pondok pesantren di wilayahnya menggelar Kemah Santri Akbar yang berlangsung di Lapangan Komplek Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kedusunan Cigolong, Desa Singasari.
Kegiatan yang bertema "Jaga Negeri Jaga Kiyai" ini berlangsung selama tiga hari penuh, mulai dari Jumat, 24 Oktober hingga puncaknya pada Minggu, 26 Oktober 2025. Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat semangat keislaman dan kebangsaan serta menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan negara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ketua MWC NU Kecamatan Taraju sekaligus Pimpinan Ponpes Miftahul Huda, KH. Nanang Sobarna, menjelaskan bahwa kemah ini merupakan bentuk implementasi nyata dari semangat HSN. Menurutnya, Hari Santri bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali peran dan kontribusi santri terhadap bangsa dan negara.
"Hari Santri bukan hanya peringatan, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali peran dan kontribusi santri terhadap bangsa dan negara," ujarnya.
Menurut KH. Nanang Sobarna, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menanamkan kecintaan kepada bangsa dan negara, serta membentuk karakter santri yang berakhlakul karimah. Santri ditekankan sebagai pewaris nilai-nilai perjuangan ulama, penjaga moral, dan pelanjut tradisi keilmuan Islam yang moderat.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa semangat keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan harus selalu hidup dalam diri setiap santri," tambahnya.
Ia juga menyatakan komitmen MWC NU untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pesantren guna mendorong pembangunan daerah yang lebih baik.
Berbagai Lomba Mengasah Keterampilan Santri
Ketua Panitia, Moh. Khoerul Anam, S.Pd., melaporkan bahwa Kemah Santri ini diikuti oleh 170 peserta santri putra dan putri yang berasal dari berbagai pondok pesantren di Kecamatan Taraju. Selama tiga hari, para peserta diuji melalui berbagai lomba yang mengasah keterampilan spiritual dan kekompakan tim, antara lain:
- Lomba Pidato: Menguji kemampuan retorika dan penyampaian pesan kebangsaan.
- Lomba Ngaliwet: Mengasah kekompakan dan keterampilan kuliner tradisional santri.
- Lomba Keterampilan Regu Lainnya.
Puncak kebersamaan terjadi pada malam Ahad, di mana digelar api unggun yang meriah. Kegiatan ini diramaikan dengan penampilan yel-yel, pentas seni dari masing-masing pesantren, dan diakhiri dengan renungan malam yang menumbuhkan semangat persaudaraan yang kuat antar peserta.
Setelah bersaing ketat, panitia mengumumkan hasil lomba: peserta dari Ponpes Nur Madinah Desa Taraju keluar sebagai Juara Umum, disusul Ponpes Miftahul Huda Cigolong Desa Singasari, dan juara ke tiga dari Ponpes Bidayatul Bidayah.
Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Tokoh
Acara pembukaan kemah ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Taraju, termasuk Camat Taraju Dedi Herniwan SE, perwakilan Polsek Taraju dan Danramil 1221 Taraju, serta tokoh agama setempat seperti Ketua DMI Kecamatan Taraju Ustazd Akik Jaenul Hak dan Kepala KUA.
Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap peran santri dalam pembangunan daerah. Para tokoh agama juga memberikan dukungan moral dan spiritual kepada para santri, sehingga semangat keislaman dan kebangsaan dapat terus berkembang.