Reaksi Tenang Prabowo Saat Nama Dia Salah Disebut di KTT ASEAN ke-47

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 10x dilihat
Reaksi Tenang Prabowo Saat Nama Dia Salah Disebut di KTT ASEAN ke-47
Reaksi Tenang Prabowo Saat Nama Dia Salah Disebut di KTT ASEAN ke-47

Kesalahan Penyiaran RTM Malaysia dalam Mempublikasikan Nama Presiden RI

Sebuah kejadian yang menarik perhatian publik terjadi saat acara siaran langsung televisi nasional Malaysia. Saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir dalam acara KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, terjadi kesalahan dalam penyebutan nama kepala negara tersebut.

Momen Kesalahan yang Terekam Jelas

Dalam acara tersebut, pembawa acara terdengar menyebutkan nama Presiden Indonesia sebagai Joko Widodo. Hal ini jelas salah karena saat itu, Presiden RI adalah Prabowo Subianto. Kesalahan ini terjadi saat memperkenalkan kepala negara yang tiba di lokasi acara.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Momen ini terekam jelas dalam acara siaran televisi nasional Malaysia, yang disiarkan langsung. Meskipun kesalahan tersebut terdengar oleh para peserta acara, Presiden Prabowo tetap tenang dan tidak menunjukkan reaksi berlebihan. Ia bahkan berjabat tangan hangat dengan Perdana Menteri Malaysia, Datuk Sri Anwar Ibrahim, sebelum masuk ke ruang pertemuan.

Kesalahan Berlanjut dalam Narasi Acara

Kesalahan penyebutan nama Presiden RI tidak hanya terjadi sekali. Selama acara berlangsung, komentator kembali menyebutkan bahwa presiden yang hadir adalah Joko Widodo. Hal ini menunjukkan adanya ketidaktepatan dalam proses penyiaran.

Sementara itu, Presiden Prabowo dan Datuk Sri Anwar Ibrahim terlihat berbincang sejenak sebelum memasuki ruang pertemuan. Meski terjadi kesalahan, suasana tetap terjaga dengan baik.

Pernyataan Resmi Departemen Penyiaran Malaysia

Setelah kejadian tersebut, Departemen Penyiaran Malaysia mengeluarkan pernyataan resmi. Dalam pernyataannya, mereka menyampaikan permintaan maaf kepada Pemerintah Indonesia atas kesalahan penyebutan nama Presiden RI.

Menurut investigasi internal, kesalahan terjadi pada komentator acara televisi. Pihak RTM mengaku telah melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah korektif. Mereka juga menegaskan bahwa prosedur siaran langsung akan ditinjau ulang agar insiden serupa tidak terulang.

RTM memandang masalah ini dengan serius dan tindakan yang tepat telah diambil. RTM dengan ini meminta maaf kepada Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia, serta semua pihak yang terdampak atas kesalahan ini, demikian pernyataan resmi dari Departemen Penyiaran Malaysia.

Tanggapan Publik dan Reaksi Media

Kejadian ini menarik perhatian masyarakat dan media internasional. Banyak netizen mengkritik kesalahan penyiaran yang terjadi, sementara sebagian lainnya memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo yang tetap tenang dalam situasi seperti ini.

Beberapa media lokal dan internasional juga meliput kejadian ini, menyoroti pentingnya akurasi dalam penyiaran, terutama dalam acara-acara internasional yang melibatkan tokoh-tokoh penting.

Langkah Konsisten untuk Mencegah Kesalahan Masa Depan

Pihak RTM mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan pelatihan bagi staf penyiaran dan memastikan bahwa prosedur siaran lebih ketat. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kesalahan semacam ini tidak terulang lagi.

Selain itu, RTM juga berkomitmen untuk menjaga hubungan baik dengan Pemerintah Indonesia dan menjaga reputasi sebagai lembaga penyiaran yang profesional.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan