
Proyek Kereta Api Rangkasbitung–Pandeglang Mulai Tahap Sosialisasi
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan memulai tahapan sosialisasi, sterilisasi jalur, dan kajian teknis jalur kereta api Rangkasbitung–Pandeglang pada tahun 2026. Upaya ini merupakan bagian dari persiapan proyek tersebut. Gubernur Banten Andra Soni menargetkan reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung–Pandeglang ini sudah memasuki tahap konstruksi pada tahun 2027.
“Kehadiran saya di sini adalah untuk menindaklanjuti elektrifikasi jalur Rangkasbitung–Merak dan reaktivasi jalur Rangkasbitung–Pandeglang,” ujar Andra Soni dalam keterangan resminya yang dikutip aiotrade, Selasa (21/10/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Andra Soni menjelaskan bahwa Pemprov Banten akan berperan dalam sosialisasi dan penertiban jalur guna mendukung reaktivasi proyek Rangkasbitung–Pandeglang. Di tahun 2026, akan dimulai kajiannya dan ditargetkan akan mulai konstruksi pada 2027.
“Tahun depan kita mulai kajian. Kemudian tahun 2027 sudah bisa konstruksi. Ini penting bagi kita karena akan membuka akses menuju Pandeglang,” imbuhnya.
Sementara itu, pada jalur Tanah Abang–Rangkasbitung, dalam waktu dekat, PT KAI akan meningkatkan sistem persinyalan. Andra Soni menyambut baik peningkatan sistem persinyalan jalur tersebut.
“Saya berharap perkembangan teknologi juga masuk dan diterapkan di Provinsi Banten,” ujarnya.
Elektrifikasi Jalur Kereta Api sebagai Langkah Transformasi Transportasi Nasional
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa elektrifikasi seluruh jalur kereta api merupakan langkah besar dalam transformasi transportasi nasional. Dengan elektrifikasi, moda transportasi ini menjadi lebih ramah lingkungan.
“Kereta api adalah transportasi publik yang terus berkembang, semakin diminati masyarakat, murah, dan masif,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa tiga titik elektrifikasi awal meliputi jalur Padalarang–Cicalengka, Cikarang–Cikampek, serta Tanah Abang–Rangkasbitung yang akan difokuskan pada peningkatan sistem persinyalan dan frekuensi perjalanan.
“Elektrifikasi kereta api mendukung Asta Cita ketahanan energi untuk mengurangi ketergantungan pada solar,” tegasnya.
Dudy menambahkan bahwa kerja sama antara PT KAI dan PT PLN diharapkan berjalan baik agar pelayanan publik semakin meningkat.
“Elektrifikasi PT Kereta Api akan menjadikan aglomerasi Jakarta sebagai metropolitan yang kian maju dan meluas,” ujarnya.
Elektrifikasi Jalur Kereta Api Direncanakan Rampung dalam 10 Tahun
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menuturkan bahwa elektrifikasi seluruh jalur kereta direncanakan rampung dalam 10 tahun ke depan melalui skema kerja sama bisnis antara PT KAI dan PT PLN tanpa menggunakan dana APBN.
Menurutnya, transportasi massal berbasis kereta api terus diminati masyarakat.
“Elektrifikasi ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas, kecepatan, kenyamanan, keamanan, dan mendukung penggunaan energi hijau yang bersih,” kata Bobby.
“Berapapun suplainya, selalu terserap oleh masyarakat,” tambahnya.
Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menambahkan bahwa efisiensi konversi energi listrik menjadi energi kinetik mencapai 90 persen. Ini menurutnya jauh lebih hemat dibandingkan bahan bakar minyak. Elektrifikasi kereta api juga mempercepat transisi menuju energi bersih di Indonesia.
“BBM sebagian besar masih impor,” jelasnya.
Peningkatan Frekuensi Perjalanan Kereta Rangkasbitung–Tanah Abang
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo menyampaikan bahwa dengan kerja sama antara PT KAI dan PT PLN tersebut, frekuensi perjalanan kereta Rangkasbitung–Tanah Abang akan meningkat. Dari yang awalnya 10 menit menjadi setiap 4–5 menit pada setiap kedatangan kereta.
"Persinyalan untuk mempercepat perubahan – perubahan itu. Pengerjaan infrastruktur persinyalan dilakukan pada tahun 2026," jelasnya.
Sedangkan untuk jalur Rangkasbitung–Merak, Tri menjelaskan bahwa Pemprov Banten akan melakukan kajian elektrifikasi.
“Di RPJMN itu dibilang double track, tapi tidak termasuk elektrifikasinya. Makanya kita disuruh melakukan kajian sebagai dasar pemerintah pusat untuk melakukan elektrifikasi,” pungkasnya.