
Realisasi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Capai 61,23 Persen
Realisasi penyerapan anggaran dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 11 November 2025 telah mencapai Rp 43,474 triliun. Angka ini setara dengan 61,23 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp 71 triliun. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa realisasi anggaran tersebut diyakini akan semakin meningkat seiring dengan pembayaran tagihan yang sedang berlangsung.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Alhamdulillah sekarang kita sudah menyerap Rp 43,474 triliun, sudah mencakup 61,2 persen,” ujar Dadan Hindayana dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (12/11). Ia menambahkan, “Dan minggu ini masih akan bertambah, karena kami sedang proses beberapa tagihan yang segera kita bayarkan di minggu ini. Sehingga, akan melebihi Rp 43 triliun. Dan, ini mencakup 61,23 persen dari total pagu anggaran Rp 71 triliun.”
Pertumbuhan Realisasi Anggaran yang Cepat
Realisasi anggaran BGN tercatat tumbuh lebih cepat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Menurut Dadan, hal ini menjawab keraguan banyak pihak mengenai kemampuan BGN dalam menyerap anggaran sebesar Rp 71 triliun.
“Banyak pihak yang awalnya meragukan bahwa kita bisa menyerap anggaran Rp 71 triliun, karena kita lihat Januari saja kita hanya menyerap Rp 52 miliar, Februari hanya Rp 1,1 triliun, Maret itu Rp 1,8 triliun, April saja masih Rp 2,5 triliun,” jelas Dadan.
Tuntutan Transparansi dari Menteri Keuangan
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Dadan Hindayana untuk memberikan penjelasan ke publik tentang serapan anggaran program MBG setiap bulan. Hal ini dilakukan seiring dengan adanya penilaian negatif dari beberapa pihak soal penyerapan anggarannya. Bahkan, realisasinya dinilai masih rendah.
“Ada yang dikomplain MBG tadi ya? Penyerapannya hanya rendah. Saya tanya sama teman-teman keuangan bagaimana monitoringnya? Ya dia bilang bagus-bagus saja tapi ternyata nggak, jelek. Terus kita apain? Ya nggak tahu. Saya bilang begini, ‘ya udah nanti sebulan sekali kita akan jumpa pers dengan kepala MBG’. Nanti kalau penyerapannya jelek dia suruh jelasin ke publik, saya di sebelahnya,” kata Purbaya dalam rapat bersama anggota Komisi XI DPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/9).
Percepatan Belanja dan Penyerapan Anggaran
Dia memastikan akan mempercepat belanja dan penyerapan anggaran pada program-program prioritas pemerintah lainnya. Adapun saat ini, ia mengaku baru tiga hari menjabat sebagai menteri keuangan.
“Program-program yang lain yang lambat saya akan sisir. Saya kan baru hari ketiga dan rapat. Udah semua rapat di sini jadi belum lihat detail seperti apa. Tapi kami akan sisir, bagian-bagian lambat kami percepat,” ujarnya.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meski realisasi anggaran MBG telah mencapai angka yang signifikan, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Diperlukan konsistensi dalam pengelolaan anggaran agar target penyerapan dapat tercapai secara maksimal. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap program ini.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh BGN dan dukungan dari pihak-pihak terkait, diharapkan program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.