Realisasi Investasi Manufaktur Tembus Rp 562,7 Triliun

admin.aiotrade 07 Nov 2025 2 menit 10x dilihat
Realisasi Investasi Manufaktur Tembus Rp 562,7 Triliun

Realisasi Investasi Industri Manufaktur Tumbuh Signifikan

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melaporkan bahwa realisasi investasi di sektor industri manufaktur selama periode Januari–September 2025 mencapai angka sebesar Rp 562,7 triliun. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan dari sektor industri manufaktur terhadap total investasi nasional sebesar 37,73 persen.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Investasi yang dicatatkan terdiri dari dua komponen utama, yaitu penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Dari total tersebut, PMDN mencapai Rp 178,9 triliun sementara PMA mencapai angka lebih besar, yaitu Rp 383,8 triliun. Hal ini menunjukkan minat yang kuat dari investor baik dalam maupun luar negeri terhadap sektor industri pengolahan di Indonesia.

Agus juga menyebutkan bahwa kontribusi ekspor dari industri manufaktur mencapai 81 persen dari total ekspor nasional. Ini menjadi indikasi bahwa iklim investasi di Indonesia masih menarik bagi para pemain pasar, baik itu investor domestik maupun internasional.

Pertumbuhan Industri Pengolahan Non-Migas

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan nonmigas mengalami pertumbuhan sebesar 5,58 persen pada triwulan ketiga 2025. Selain itu, ekspor non-migas juga meningkat sebesar 12,56 persen secara year-on-year. Ekspor ini berkontribusi sebesar 85,21 persen terhadap total ekspor nasional, yang menunjukkan peran penting sektor ini dalam perekonomian negara.

Beberapa produk manufaktur telah menjadi komoditas andalan ekspor nasional. Berikut adalah lima produk dengan pertumbuhan tertinggi pada kuartal III 2025:

  • Lemak dan minyak hewan/nabati: 50,34 persen
  • Besi baja: 15,88 persen
  • Mesin dan peralatan listrik: 17,55 persen
  • Perhiasan dan permata: 82,43 persen
  • Kendaraan dan bagiannya: 8,12 persen

Kontribusi Terhadap Tenaga Kerja

Industri pengolahan juga memberikan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Data menunjukkan bahwa sektor ini menyerap sebanyak 20,31 juta tenaga kerja atau sekitar 13,86 persen dari total tenaga kerja nasional. Pada periode Februari–Agustus 2025, industri pengolahan menyerap sekitar 210 ribu orang pekerja.

Menurut Agus, penyerapan tenaga kerja di industri manufaktur merupakan yang terbanyak kedua setelah sektor konstruksi. Bahkan, beberapa industri telah berhasil menyerap pekerja yang terkena PHK dari sektor ekonomi lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa sektor industri manufaktur memiliki kemampuan untuk menyerap tenaga kerja yang cukup besar.

Peluang Ekspansi dan Peningkatan Kapasitas Produksi

Meski ada pertumbuhan yang signifikan, Agus mengakui bahwa utilisasi sektor manufaktur saat ini masih berada pada level 59,28 persen. Angka ini menunjukkan bahwa masih terdapat peluang besar untuk melakukan ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi nasional hingga mencapai titik optimalnya.

Tujuan dari ekspansi ini adalah agar industri manufaktur dapat meningkatkan perannya dalam mendukung pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan peningkatan kapasitas produksi, sektor ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan