Realisasi PNBP ESDM Capai Rp 228 Triliun per 18 Desember

admin.aiotrade 19 Des 2025 3 menit 12x dilihat
Realisasi PNBP ESDM Capai Rp 228 Triliun per 18 Desember

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencapai angka yang signifikan hingga 18 Desember 2025. Berdasarkan data terbaru, realisasi PNBP sektor ESDM telah mencapai Rp228,05 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa sektor energi dan mineral tetap menjadi salah satu sumber utama pemasukan negara menjelang akhir tahun anggaran 2025.

Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Gita Lestari, capaian ini merupakan hasil dari kerja sama yang baik antara seluruh unit di lingkungan Kementerian ESDM dengan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan iklim investasi yang kondusif serta pengelolaan sumber daya alam yang transparan dan akuntabel.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Gita menekankan bahwa tata kelola sumber daya alam yang baik menjadi kunci dalam memberikan manfaat optimal bagi negara dan masyarakat. Ia menilai, realisasi PNBP hingga pertengahan Desember ini mencerminkan kontribusi kuat sektor energi dan mineral terhadap keuangan negara.

Dari segi subsektor, sumber daya alam mineral dan batu bara (Minerba) masih menjadi kontributor terbesar dengan realisasi PNBP sebesar Rp124,63 triliun. Sektor minyak dan gas bumi (Migas) menyumbangkan sekitar Rp91,82 triliun. Sementara itu, sektor panas bumi mencatatkan penerimaan sebesar Rp2,45 triliun. Selain itu, iuran badan usaha serta layanan jasa teknis lainnya turut berkontribusi sebesar Rp9,15 triliun.

Pencatatan PNBP dilakukan melalui dua kementerian sesuai mekanisme dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam pencatatan internal Kementerian ESDM, realisasi PNBP yang menjadi tanggung jawab teknis kementerian telah mencapai Rp130,71 triliun atau sekitar 102,57 persen dari target. Sementara itu, sebagian besar penerimaan dari sektor migas dan panas bumi dicatat pada akun Kementerian Keuangan dengan realisasi sebesar Rp97,3 triliun.

Pemerintah menargetkan PNBP ESDM tahun ini sekitar Rp256 triliun, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kinerja sektor energi dan mineral nasional. Gita menyatakan bahwa dengan sisa waktu tahun anggaran yang masih tersedia, Kementerian ESDM optimistis target PNBP sektor ESDM tahun 2025 tetap dapat tercapai.

Berikut rincian kontribusi dari masing-masing subsektor:

  • Mineral dan Batu Bara (Minerba): Realisasi PNBP mencapai Rp124,63 triliun.
  • Minyak dan Gas Bumi (Migas): Berkontribusi sebesar Rp91,82 triliun.
  • Panas Bumi: Mencatatkan penerimaan sebesar Rp2,45 triliun.
  • Iuran Badan Usaha dan Layanan Jasa Teknis: Menyumbang Rp9,15 triliun.

Selain itu, Kementerian ESDM juga melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan dalam pencatatan PNBP. Hal ini dilakukan agar semua penerimaan dapat terakomodasi secara tepat sesuai mekanisme APBN.

Gita menegaskan bahwa kerja sama yang baik antara pemerintah dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga kinerja sektor ESDM. Dengan komitmen yang tinggi dan strategi yang efektif, diharapkan target PNBP tahun ini dapat tercapai dengan baik.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan