Redam Serangan Kera, Perhutani Bagikan 4.000 Bibit Buah di Temanggung

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Redam Serangan Kera, Perhutani Bagikan 4.000 Bibit Buah di Temanggung
Redam Serangan Kera, Perhutani Bagikan 4.000 Bibit Buah di Temanggung

KPH Kedu Utara Berikan 4.000 Bibit Tanaman Buah untuk Mengurangi Gangguan Kera Ekor Panjang

Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Kedu Utara, PT Perhutani, telah memberikan bantuan berupa 4.000 bibit tanaman buah kepada masyarakat Desa Congkrang, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Bantuan ini bertujuan untuk menyediakan pakan bagi kera ekor panjang sekaligus mengurangi gangguan hewan tersebut di lahan pertanian warga.

Administratur KPH Kedu Utara, Maria Ambarwati, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai solusi yang ramah lingkungan dan efektif. Ia menuturkan bahwa bantuan tersebut sudah disampaikan melalui Camat Bejen, dan masyarakat mulai melakukan penanaman di sekitar kawasan hutan yang berbatasan dengan lahan pertanian warga.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Jenis Tanaman yang Diberikan

Bibit tanaman yang diberikan mencakup berbagai jenis buah seperti pisang, jambu, talok, serta beberapa tanaman lainnya. Penanaman dilakukan di sepanjang sungai yang menjadi batas antara kawasan hutan dan lahan masyarakat. Tujuannya adalah agar kera ekor panjang tetap berada di area tersebut dan tidak merusak kebun warga.

Maria menjelaskan bahwa penanaman ini dilakukan dengan memperhatikan lokasi strategis yang dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem. Selain itu, langkah ini juga menjadi upaya untuk memastikan kera ekor panjang memiliki sumber makanan yang cukup sehingga tidak terpaksa masuk ke lahan pertanian penduduk.

Dukungan Finansial untuk Masyarakat

Selain menyalurkan bibit tanaman, KPH Kedu Utara juga memberikan dukungan finansial. Untuk mempercepat pengadaan bibit dari masyarakat, pihak KPH menyerahkan dana sebesar Rp24 juta sebagai pengganti pembelian bibit. Maria menjelaskan bahwa masyarakat telah menyediakan bibit tanaman tersebut, dan KPH memberikan uang tersebut sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam program ini.

“Jadi, masyarakat sudah menyediakan bibit tanaman tersebut dan kita ganti dengan uang itu,” ujar Maria.

Strategi Konservasi yang Berkelanjutan

Langkah ini merupakan bagian dari strategi konservasi satwa yang berimbang dengan kesejahteraan masyarakat. Dengan memberikan bantuan bibit tanaman dan dukungan finansial, KPH Kedu Utara berupaya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam di wilayah perbatasan hutan.

Program ini juga menjadi contoh bagaimana kebijakan konservasi dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat. Dengan melibatkan warga dalam proses penanaman dan penyediaan pakan kera, KPH berharap bisa menciptakan lingkungan yang lebih seimbang dan saling mendukung.

Manfaat Jangka Panjang

Dari segi ekologis, program ini diharapkan mampu mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar. Dengan adanya sumber makanan yang cukup di sekitar kawasan hutan, kera ekor panjang tidak lagi terdorong untuk mencari makan di lahan pertanian penduduk. Hal ini akan membantu menjaga keberlanjutan ekosistem dan mengurangi kerugian yang dialami petani.

Di sisi lain, program ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan penanaman bibit tanaman buah, masyarakat dapat memanfaatkan hasil panen untuk kebutuhan sendiri atau bahkan dijual sebagai tambahan penghasilan.

Kesimpulan

Program yang dilakukan oleh KPH Kedu Utara ini menunjukkan komitmen dalam menjaga keseimbangan antara konservasi satwa dan kesejahteraan masyarakat. Dengan pendekatan yang inklusif dan kolaboratif, diharapkan program ini dapat menjadi model bagi inisiatif serupa di wilayah lain.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan