
Jakarta – Sektor konsumer menghadapi tantangan yang signifikan pada kuartal II-2025, terutama akibat lesunya daya beli masyarakat. Namun, berbagai inisiatif pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat memberikan dukungan bagi sektor ini di sisa tahun ini. Berikut adalah rekomendasi analis atas beberapa saham emiten konsumer yang layak diperhatikan.
1. PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT)
AMRT terus memperkuat posisi pasar melalui jaringan toko ritelnya, yaitu Alfamart dan Alfamidi. Kedua merek ini bersama-sama menguasai 15,8% dari total pasar ritel Indonesia hingga semester I-2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ke depan, AMRT menargetkan pembukaan 1.000 gerai baru pada tahun 2025, dengan tambahan sekitar 500 gerai di Semester II-2025. Hal ini dilakukan setelah penambahan bersih sebanyak 595 gerai di Semester I-2025.
Dukungan dari stimulus pemerintah 8+4+5 diharapkan akan berdampak positif pada kinerja AMRT. Selain itu, injeksi saldo kas sebesar Rp 200 triliun ke bank-bank BUMN oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan juga akan mendukung belanja konsumen.
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 2.900.
Jessica Leonardy, OCBC Sekuritas dalam riset 18 September 2025.
2. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
MAPI mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 11,5% secara tahunan (yoy) pada kuartal II-2025. Peningkatan ini didorong oleh ekspansi 42 gerai baru.
Meskipun demikian, pemulihan di segmen F&B diproyeksikan masih akan menekan margin ke level yang lebih rendah, yaitu sekitar 8,8% sepanjang tahun fiskal 2025. Meski begitu, MAPI masih memiliki potensi untuk memberikan pertumbuhan pendapatan (topline) dengan tingkat single-digit. Momentum ini akan tetap didorong oleh pembukaan gerai baru.
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 1.400.
Christy Halim & Sabela Nur Amalina, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset 2 Oktober 2025.
3. PT Ramayana Lestari Tbk (RALS)
Pada kuartal II-2025, RALS berhasil mencatat laba yang lemah, yaitu turun 94% secara kuartalan (qoq) dan turun 91% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 13 miliar. Persediaan pada semester I-2025 juga turun menjadi Rp 372 miliar, yang merupakan angka terendah dalam 19 kuartal terakhir.
Kemungkinan besar, hal ini disebabkan oleh pembersihan persediaan lama pasca-musim perayaan di kuartal I-2025. Selain itu, penjualan perseroan juga lemah karena kurangnya inisiatif strategis untuk membenahi gerai dan mengembangkan platform online.
Rekomendasi: Jual
Target harga: Rp 300.
Willy Goutama & Jocelyn Santoso, Maybank Sekuritas dalam riset 30 Juli 2025.
RALS Chart
by TradingView
5. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
ICBP membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 1,73% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 37,6 triliun pada semester I-2025. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan pada segmen bumbu makanan, makanan ringan, dan segmen mi.
Di masa depan, kinerja ICBP dapat ditopang oleh pengembangan aktivitas bisnis domestik dan global, peningkatan kemampuan manufaktur melalui pemutakhiran teknologi, peningkatan efisiensi mesin, ekspansi kapasitas, serta inovasi untuk menghadirkan produk yang relevan sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Rekomendasi: Beli
Target harga: Rp 13.450.
Muhammad Heru Mustofa, Phintraco Sekuritas dalam riset 28 Agustus 2025.