Rekomendasi saham BUVA pasca akuisisi aset Summarecon

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 30x dilihat
Rekomendasi saham BUVA pasca akuisisi aset Summarecon


PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) telah menyelesaikan transaksi pembelian aset dari PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). Perusahaan yang berada di bawah naungan pengusaha Happy Hapsoro ini resmi mengambil alih PT Bukit Permai Properti, anak usaha SMRA, dengan nilai transaksi sebesar Rp 536,28 miliar. Transaksi ini dilakukan pada 28 November 2025.

Direktur Utama BUVA, Satrio, menjelaskan bahwa akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat dan memperluas portofolio perusahaan dalam segmen perhotelan, properti premium, serta pariwisata. Ia menekankan bahwa pengambilalihan ini sejalan dengan rencana jangka panjang BUVA.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Satrio juga menyampaikan bahwa PT Bukit Permai Properti adalah perusahaan yang bergerak di bidang real estate dengan aset lahan yang berlokasi tepat di sebelah Alila Villa Uluwatu, salah satu properti unggulan BUVA. Dengan lokasi yang strategis dan kedekatannya dengan aset eksisting perusahaan, pengambilan alih ini diharapkan memberikan potensi sinergi yang signifikan, baik dari sisi operasional maupun pemasaran.

Luas area dari aset yang diakuisisi mencapai 19 hektare. Secara rinci, BUVA mengambil alih saham Bukit Permai Properti milik PT Summarecon Bali Indah (SBI) dan PT Bali Indah Development (BID) dengan total sebanyak 99,99% dari total modal disetor dan ditempatkan Bukit Permai.

Nilai transaksi yang dibayarkan oleh BUVA untuk pengambilalihan saham Bukit Permai adalah sebesar Rp 536,23 miliar atau sebesar 37,47% dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2025. Nilai total aset Bukit Permai berdasarkan laporan keuangan per tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar 23,47%.

Dalam rinciannya, SMRA melepas 335,27 juta saham PT Bukit Permai Properti milik PT Summarecon Bali Indah (SBI) senilai Rp 375,45 miliar dan 143,56 juta saham PT Bukit Permai Properti milik PT Bali Indah Development (BID) senilai Rp 160,77 miliar. Selain itu, BID juga melego 50.000 saham kepada PT Nusantara Bali Realti, anak usaha BUVA, senilai Rp 53,63 juta.

Investment Analyst Edvisor Provina Visindo, Indy Naila, menilai aksi akuisisi tersebut berpotensi menjadi katalis positif dalam jangka menengah hingga panjang bagi BUVA. Pasalnya, transaksi ini dapat berdampak pada peningkatan pendapatan BUVA serta membuka peluang kerja sama strategis ke depan.

Namun, ia menyarankan investor tetap mencermati aspek pengakuan pendapatan dan struktur pendanaan BUVA. Dengan pertimbangan tersebut, saham BUVA dinilai lebih cocok sebagai speculative buy dengan target harga di level Rp 1.800.

Secara teknikal, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyampaikan bahwa posisi harga saham BUVA masih berada di fase uptrend dan berada di atas MA20. Indikator MACD masih berada di area positif, namun pergerakannya sudah cenderung menyempit dan rawan terjadinya deadcross. Meskipun demikian, Stochastic berpeluang menguat di area netral.

Herditya melihat support BUVA di Rp 1.355 per saham dan resistance Rp 1.530. Ia menyarankan trading buy saham BUVA di target harga Rp 1.605-Rp 1.660 per saham.

Praktisi Pasar Modal sekaligus Pendiri WH-Project William Hartanto juga mengamini bahwa pergerakan harga saham BUVA saat ini dalam tren menguat. Ia menilai level support Rp 1.355 dan resistance Rp 1.650 per saham. William menyarankan beli saham BUVA dengan target harga Rp 1.650 hingga Rp 1.800 per saham.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan