
Perusahaan di Bursa Efek Indonesia Siap Lakukan Penambahan Modal
Beberapa perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menjadwalkan aksi penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement pada akhir tahun 2025. Aksi ini dilakukan sebagai strategi untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan perusahaan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) rencananya akan melakukan private placement senilai Rp 38,06 miliar dengan melepas 34,7 juta saham baru bernominal Rp 20. Harga pelaksanaannya sebesar Rp 1.097 per saham. Aksi ini dilakukan melalui pelaksanaan hak opsi dalam Management and Employee Stock Option Program (MESOP). Jadwal pelaksanaan MESOP I akan berlangsung pada 17 Desember 2025, yang bersamaan dengan pencatatan perdana saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA).
Tujuan dari aksi ini adalah untuk menyelaraskan kepentingan manajemen dan karyawan dengan pertumbuhan bisnis. Dampak dilusi terhadap pemegang saham eksisting relatif minimal, hanya sekitar 0,49%. Selain itu, aksi ini juga berpotensi meningkatkan nilai jangka panjang, terutama karena bertepatan dengan rencana IPO Superbank yang dapat membuka nilai tersembunyi dari aset digital EMTK.
PT SLJ Global Tbk (SULI)
PT SLJ Global Tbk (SULI) akan menerbitkan maksimal 632,07 juta saham dengan nominal Rp 100. Jumlah ini setara dengan 10% dari seluruh saham yang disetor penuh dalam SULI. Tujuan dari private placement ini adalah untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan serta meningkatkan likuiditas perdagangan. Dana hasil private placement akan digunakan untuk peningkatan modal kerja, perbaikan mesin, penambahan kapasitas produksi, serta ekspansi.
SULI masih dalam tahap penjajakan terhadap beberapa calon pemodal yang akan ikut dalam rencana private placement ini. Namun, aksi ini memiliki tingkat dilusi yang lebih besar dibandingkan EMTK, meskipun memperbaiki struktur neraca.
PT Victoria Insurance Tbk (VINS)
PT Victoria Insurance Tbk (VINS) akan melakukan private placement dengan menerbitkan 92,85 juta saham baru. Harga pelaksanaannya senilai Rp 140 per saham, sehingga dana yang didapat mencapai Rp 13 miliar. Pihak yang akan menerima saham baru tersebut adalah PT Victoria Investama Tbk (VICO), yang saat ini memegang 79,4% kepemilikan saham VINS.
PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG)
PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) akan melakukan private placement lewat penerbitan 1,78 miliar saham baru dengan nominal Rp 100. Harga pelaksanaannya Rp 140 per saham, sehingga besaran dana yang terkumpul hampir mencapai Rp 250 miliar. Seluruh dana hasil private placement KPIG akan digunakan untuk membiayai pengembangan dan pembangunan proyek KEK MNC Lido City.
Menurut Retail Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Indri Liftiany Travelin Yunus, KPIG dinilai sebagai emiten yang paling menarik dalam melakukan private placement. Hal ini karena nilai transaksi yang besar, tujuan aksi korporasi yang jelas, serta kinerja perusahaan yang menarik.
Prospek Kinerja dan Rekomendasi Analis
Abida Massi Armand, Analis BRI Danareksa Sekuritas, melihat bahwa prospek kinerja emiten dinilai optimistis untuk tahun 2025 hingga 2026. Ini didukung oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5% dan target IHSG di level 8.800 pada akhir tahun 2026. EMTK diproyeksikan menjadi salah satu outperformer pada 2026, ditopang oleh lonjakan laba bersih per September 2025 sebesar 1.353% YoY, serta sinergi dari aset digital yang semakin matang.
Indri berpandangan bahwa KPIG memiliki prospek bisnis yang cukup menarik, mengingat kondisi makroekonomi tengah berada dalam penurunan suku bunga, sehingga membuka peluang besar untuk masyarakat melakukan pengeluaran atau belanja, termasuk liburan. Meskipun demikian, semua akan tetap bergantung kepada perilaku konsumsi masyarakat itu sendiri.
Saham KPIG saat ini sedang berada dalam kondisi lowrisk dan cukup dekat dengan area support. Namun, saat ini terlihat KPIG sedang berusaha untuk keluar dari posisi downtrend yang telah terjadi sejak September lalu. Indri merekomendasikan buy on breakout untuk KPIG di level entry Rp 140 per saham, dengan target harga di Rp 149 per saham. Investor bisa cut loss jika saham KPIG menyentuh level Rp 137 per saham.