aiotrade.app.CO.ID - JAKARTA
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan memulai perdagangan hari ini dari level 8.118. Angka ini tercapai setelah IHSG menguat sebesar 0,59% pada akhir perdagangan Jumat (3/10/2025) pekan lalu.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, penguatan terakhir IHSG diiringi dengan meningkatnya volume beli. Pergerakan IHSG dinilainya masih cenderung konsolidasi dalam jangka pendek.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam skenario terbaik, IHSG masih memiliki peluang untuk menguat dengan membentuk bagian dari wave [iii] ke rentang 8.200 hingga 8.246.
“Namun, pada skenario negatif, IHSG masih rawan terkoreksi, paling tidak untuk menguji level 7.894 hingga 7.959 terlebih dahulu,” ujar Herditya dalam risetnya, Jumat (3/10/2025).
Berdasarkan analisis tersebut, Herditya memperkirakan bahwa level support IHSG berada di 8.005 dan 7.840, sementara level resisten berada di 8.155 dan 8.192.
Berikut rekomendasi lima saham pilihan dari MNC Sekuritas untuk Senin (6/10/2025):
-
PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
Rekomendasi: buy on weakness di harga Rp 1.090 hingga Rp 1.190
Target harga: Rp 1.275 dan Rp 1.320
Stoploss: di bawah Rp 1.045 -
PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
Rekomendasi: buy on weakness di harga Rp 3.760 hingga Rp 3.880
Target harga: Rp 4.040 dan Rp 4.160
Stoploss: di bawah Rp 3.690
JSMR Chart
by TradingView -
PT Petrosea Tbk (PTRO)
Rekomendasi: buy on weakness di harga Rp 6.925 hingga Rp 7.075
Target harga: Rp 7.525 dan Rp 8.025
Stoploss: di bawah Rp 6.725 -
PT Raharja Energy Cepu Tbk (RATU)
Rekomendasi: buy on weakness di harga Rp 6.400 hingga Rp 6.675
Target harga: Rp 7.125 dan Rp 7.425
Stoploss: di bawah Rp 6.300
Selain lima saham di atas, para investor juga perlu memantau pergerakan pasar secara keseluruhan. Dengan adanya potensi koreksi, penting bagi para pemain pasar untuk tetap waspada dan memperhatikan strategi manajemen risiko yang tepat.
Perkembangan ekonomi makro, termasuk data inflasi, suku bunga, dan situasi geopolitik, juga dapat memengaruhi arah pergerakan IHSG. Oleh karena itu, investor disarankan untuk selalu memperbarui informasi terkini dan mempertimbangkan analisis teknikal serta fundamental dalam pengambilan keputusan investasi.
Pemantauan terhadap volatilitas pasar juga sangat penting, terutama ketika IHSG berada di zona konsolidasi. Dengan demikian, investor dapat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan pergerakan pasar.