Rekomendasi Sektor Pilihan 2026, Saham Konglomerat Masih Menarik?

admin.aiotrade 28 Des 2025 3 menit 10x dilihat
Rekomendasi Sektor Pilihan 2026, Saham Konglomerat Masih Menarik?


aiotrade, JAKARTA — Rotasi sektoral bisa menjadi pilihan strategis bagi investor dalam memasuki tahun 2026. Setelah saham-saham konglomerat mengalami peningkatan yang signifikan sepanjang tahun ini, para analis menilai bahwa pergeseran fokus ke sektor-sektor tertentu dapat memberikan peluang yang lebih baik.

Chory Agung Ramdhani, Head of Customer Engagement & Market Analyst Department di BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), menjelaskan bahwa pada 2026, Indonesia diperkirakan akan memasuki fase ekonomi yang lebih stabil. Hal ini terjadi setelah melewati masa transisi kebijakan pada 2024 hingga 2025. Menurutnya, tahun ini akan kembali menekankan strategi bottom-up atau stock picking, dengan fokus pada sektor-sektor domestik yang memiliki proyeksi pertumbuhan yang lebih baik.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Proyeksi Pertumbuhan Sektor

Sektor perbankan dan konsumer saat ini mencerminkan proyeksi pertumbuhan earning per share (EPS) 2026 yang relatif moderat. Perbankan diperkirakan tumbuh sebesar 4% year-on-year (yoy), sementara sektor konsumer diperkirakan tumbuh sebesar 6%. Hal ini disebabkan oleh prospek permintaan yang masih cenderung lemah.

Namun, ada beberapa sektor lain yang menunjukkan visibilitas pertumbuhan yang lebih menarik. BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan bahwa sektor telekomunikasi akan tumbuh sebesar 7% berdasarkan proyeksi EBITDA 2026. Sementara itu, sektor unggas/poultry diperkirakan tumbuh sebesar 4%, dan sektor ritel diperkirakan tumbuh sebesar 16%.

Selain itu, sektor logam (metals) juga menawarkan prospek yang menarik. BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan EPS sebesar 27% untuk sektor ini pada 2026. Proyeksi ini didukung oleh ekspektasi peningkatan volume dari proyek-proyek baru dan ekspansi di sejumlah emiten seperti BRMS, INCO, dan MBMA.

Kinerja Emiten Berdasarkan Komoditas

Di tengah prospek harga nikel yang relatif datar, Chory menilai bahwa kinerja pada 2026 akan lebih menguntungkan bagi emiten dengan eksposur ke emas, seperti BRMS, serta timah, seperti TINS. Ini menunjukkan bahwa investor perlu memperhatikan komoditas yang menjadi inti dari bisnis suatu perusahaan.

Saatnya Pemilihan Saham Konglomerat yang Lebih Selektif

Meski saham-saham konglomerat masih bisa menjadi pilihan, Chory menekankan bahwa investor harus lebih selektif dalam memilih saham-saham tersebut. Di tahun 2026, strategi investasi pada saham konglomerat akan bergeser dari spekulasi pertumbuhan menjadi pertumbuhan berbasis fundamental.

Menurut catatan Chory, selama tahun 2025 ini, saham-saham grup besar seperti Grup Barito, Grup Salim, maupun Grup Astra sering menjadi penggerak utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun, meskipun masih menawarkan potensi, terdapat risiko yang perlu diperhatikan.

Salah satu risiko utama adalah valuasi yang sudah mahal atau overvalued pada beberapa saham konglomerat tertentu setelah reli panjang pada 2025. Investor perlu memastikan bahwa mereka tidak terjebak dalam spekulasi tanpa dasar fundamental yang kuat.

Kesimpulan

Dengan proyeksi pertumbuhan yang berbeda-beda antar sektor, investor perlu melakukan analisis mendalam sebelum memutuskan portofolio investasi. Rotasi sektoral bisa menjadi strategi yang efektif, terutama jika dilakukan dengan pendekatan yang berbasis data dan fundamental. Meski saham konglomerat tetap menarik, pemilihan yang tepat sangat penting untuk menghindari risiko yang tidak perlu.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan