Rekomendasi Teknisal Mirae Sekuritas untuk JAGO, HRUM, dan BRIS, Senin (10/11)

admin.aiotrade 10 Nov 2025 4 menit 17x dilihat
Rekomendasi Teknisal Mirae Sekuritas untuk JAGO, HRUM, dan BRIS, Senin (10/11)


Jakarta.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan di awal perdagangan hari ini. Pada Senin (10/11/2025) pukul 09.05 WIB, IHSG naik sebesar 41,54 poin atau 0,49% menjadi 8.436,13.

Analis dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tannar, menyatakan bahwa momentum kenaikan IHSG mulai terlihat jenuh. Pada hari Senin (10/11/2025), pergerakannya diperkirakan berada dalam rentang 8.313 hingga 8.476.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG mencatat angka 8.394,59 dengan rentang gerak antara 8.332,60 hingga 8.398,77. Hal ini menunjukkan tren naik yang masih solid. Dengan periode 100 dan r-squared 0,876, arah jangka pendek tetap positif. Nilai Z-Score 1,54 dan Slope 14,88 menunjukkan bahwa harga berada di atas rata-rata dengan tren menguat. Volume perdagangan sebesar 245.918.236 masih di bawah rata-rata 305.127.242, yang menunjukkan bahwa momentum beli belum mencapai titik maksimal.

Area resistance 1 berada di 8.425 (+0,37%) dan resistance 2 di 8.476 (+0,96%) menjadi target kenaikan. Sementara itu, support 1 berada di 8.313 (-0,97%) dan support 2 di 8.251 (-1,71%) menjadi zona pertahanan utama serta level penting.

Selama indeks bertahan di atas 8.251, potensi penguatan menuju 8.476 tetap terbuka. Indikator teknikal menunjukkan bahwa MACD 16,39 berada di atas Signal 10,84, yang memperkuat tren bullish. Namun, MFI 99,40, RSI 96,90, W%R -7,23, dan CMO 93,80 menunjukkan kondisi overbought ekstrem. Strategi terbaik adalah buy on dip di kisaran 8.270–8.300 dengan target 8.450–8.476, serta cut loss di bawah 8.250.

Selain memberikan rekomendasi teknikal untuk IHSG, Tasrul juga memberikan rekomendasi untuk beberapa saham. Berikut rinciannya:

1. PT Bank Jago Tbk (ARTO)

Saham ARTO ditutup di 2.150, bergerak antara 2.080–2.160 dengan tren menengah melemah. Periode 109, r-squared 0,625, correlation 0,908 menunjukkan tren menurun. Beta 2,126 mencerminkan volatilitas tinggi terhadap IHSG, sementara Z-Score 0,88, slope 5,21, PVR 3,38, dan VVR 9,86 menunjukkan tren menurun ringan dengan aktivitas perdagangan moderat. Volume 9.176.500 lebih rendah dari rata-rata 11.494.106, menandakan minat beli terbatas.

Aktivitas asing positif, dengan Avg FBuy 1.644.650 di atas Avg FSell 1.166.673, menunjukkan akumulasi ringan. MACD -6,56 dan Signal -3,58 masih negatif, MFI 36,22, RSI 50,78, W%R -36,87, dan CMO 1,55 menandakan tekanan jual berkurang namun belum ada sinyal reversal kuat. Area resistance 2.190–2.249 (+1,85%–4,63%) menjadi target kenaikan, sedangkan support 2.073–2.015 (-3,60%–6,27%) menjadi zona pertahanan utama. Strategi buy on weakness di 2.080–2.120, target 2.190–2.249, dan cut loss di bawah 2.020 tetap disarankan.

Pada awal perdagangan Senin (10/11/2025), saham ARTO dibuka di level Rp 2.190 per saham.

Support : Rp 2.015 - Rp 2.073
Resistance : Rp 2.190 - Rp 2.249
Rekomendasi : Buy on weakness

ARTO Chart
by TradingView

2. PT Harum Energy Tbk (HRUM)

Saham HRUM ditutup di 1.040, bergerak antara 1.030–1.055 dengan tren jangka pendek melemah. Periode 97 menunjukkan tren sedang (r-squared 0,762, correlation 0,763) dan volatilitas rendah (beta 0,429). Nilai Z-Score 1,18 menandakan harga masih di atas rata-rata, sementara Slope 4,71, PVR 4,07, dan VVR 10,59 menunjukkan pelemahan moderat. Volume 12.210.900 jauh di bawah rata-rata 40.120.993, menandakan partisipasi pasar rendah. Tekanan jual asing masih terlihat, dengan Avg FBuy 2.735.390 di bawah Avg FSell 3.284.918. Area 1.068 (+2,69%) dan 1.094 (+5,21%) menjadi resistance, sementara 1.016 (-2,28%) dan 990,81 (-4,73%) menjadi support utama.

Secara teknikal, MACD -8,27 di bawah Signal 5,55 menunjukkan momentum negatif. MFI 23,29, RSI 68,81, W%R -64,54, dan CMO 37,63 menandakan kondisi mendekati oversold. Strategi buy on weakness disarankan di 1.000–1.030, target 1.068–1.094, dengan cut loss di bawah 990.

Pada awal perdagangan Senin (10/11/2025), saham HRUM dibuka di level Rp 1.055 per saham.

Support : Rp 990,81 - Rp 1.016
Resistance : Rp 1.068 – Rp 1.094
Rekomendasi : Buy on weakness

HRUM Chart
by TradingView

3. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

Saham BRIS.JK ditutup di 2.510, bergerak antara 2.490–2.530 dengan tren jangka pendek melemah. Periode 81, r-squared 0,723, dan correlation -0,674 menandakan tren turun. Beta 1,064 menunjukkan volatilitas sedikit di atas pasar, Z-Score 1,08 masih di atas rata-rata, sementara Slope -3,53, PVR 1,76, dan VVR 4,00 mengindikasikan tekanan jual moderat. Volume 16.252.400 di bawah rata-rata 18.017.106, dengan foreign buy 4.540.400 sedikit di atas foreign sell 4.379.013, menandakan akumulasi ringan.

Area resistance 2.534–2.559 (+0,98%–1,95%) menjadi target kenaikan, sedangkan support 2.472–2.434 (-1,52%–3,04%) menjadi area pertahanan dengan cut loss di bawah 2.430. MACD -4,66 dan Signal -5,44 menunjukkan pelemahan mulai terbatas. MFI 36,87, RSI 44,51, W%R -52,57, dan CMO -10,97 menandakan potensi technical rebound. Strategi: buy on weakness 2.470–2.500, target 2.534–2.559, cut loss <2.430.

Pada awal perdagangan Senin (10/11/2025), saham BRIS dibuka di level Rp 2.530 per saham.

Support : Rp 2.434 - Rp 2.472
Resistance : Rp 2.534 - Rp 2.559
Rekomendasi : Buy on weakness

BRIS Chart
by TradingView

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan