
aiotrade.CO.ID - JAKARTA.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatat rekor tertinggi pada perdagangan Senin (8/12/2025). IHSG ditutup naik sebesar 0,90% atau meningkat 77,93 poin ke level 8.710,7. Penguatan ini terjadi meskipun bursa global dan regional cenderung fluktuatif serta rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pergerakan IHSG sepanjang sesi tergolong stabil. Hal ini menunjukkan bahwa investor tetap optimis meskipun situasi pasar internasional tidak sepenuhnya kondusif. Sejumlah sektor saham yang memiliki performa solid menjadi salah satu faktor penopang kenaikan indeks hari ini.
Menurut Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas, penguatan IHSG sesuai dengan proyeksi teknikal. Ia menyebutkan bahwa saham-saham di sektor teknologi dan energi menjadi penggerak utama. Selain itu, saham-saham konglomerasi juga turut berkontribusi dalam mengangkat indeks.
Herditya memprediksi bahwa momentum positif ini bisa berlanjut pada perdagangan Selasa (9/12/2025). Secara teknikal, ia melihat bahwa IHSG masih berada dalam tren penguatan. Support terkuat diperkirakan berada di level 8.658, sedangkan resistance akan berada di 8.725.
Ia menyarankan para investor untuk memperhatikan arah kebijakan moneter The Fed. Selain itu, pergerakan harga emas dunia juga bisa memengaruhi IHSG. Menurutnya, dinamika harga emas yang cukup aktif belakangan ini bisa menjadi indikator penting bagi pelaku pasar.
Dalam situasi seperti ini, Herditya menilai bahwa pelaku pasar domestik cenderung memilih saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi. Ia merekomendasikan beberapa saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:
- INCO pada kisaran Rp 4.060-Rp 4.170 per saham
- MDKA pada kisaran Rp 2.360-Rp 2.520 per saham
- KLBF pada kisaran Rp 1.230-Rp 1.295 per saham
Dengan berbagai sentimen positif dan negatif yang saling bertolak belakang, Herditya memperkirakan bahwa IHSG masih memiliki ruang penguatan terbatas. Namun, para investor harus tetap waspada mengingat adanya kemungkinan volatilitas akibat arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat dan perkembangan harga komoditas global.
Seiring dengan pergerakan pasar yang semakin dinamis, investor disarankan untuk terus memantau perkembangan ekonomi global dan lokal. Dengan strategi investasi yang tepat, peluang untuk mendapatkan keuntungan dari IHSG masih terbuka, meskipun dengan risiko yang tetap harus dikelola dengan baik.