
Harga Bitcoin Mencetak Rekor Tertinggi
Harga Bitcoin mencatat rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high di tengah reli aset berisiko. Hal ini terjadi pada saat pemerintahan Amerika Serikat (AS) menghadapi penutupan dan optimisme pasar terkait tren musiman “Uptober”.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, mata uang kripto terbesar di dunia itu sempat menembus level US$125.689 pada Minggu (5/10/2025) waktu New York. Sebelumnya, Bitcoin pernah menyentuh level tertinggi US$124.514 pada 14 Agustus 2025, dan sepanjang tahun ini telah menguat lebih dari 30%.
Kenaikan harga Bitcoin dipengaruhi oleh penguatan indeks saham AS dan arus masuk baru ke dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis Bitcoin.
Spekulasi Investor dan Tren Musiman
Menurut laporan Bloomberg pada Senin (6/10/2025), investor berspekulasi bahwa penutupan pemerintahan AS akan mendorong aliran dana ke aset lindung nilai dalam skema yang disebut sebagai “debasement trade”.
Sentimen positif juga diperkuat oleh tren historis Bitcoin yang hampir selalu menguat pada bulan Oktober. Selama 10 tahun terakhir, aset ini mencatat kenaikan pada sembilan kali Oktober. Pada pertengahan perdagangan Minggu, Bitcoin diperdagangkan di sekitar level US$123.000.
“Dengan banyak aset termasuk saham, emas, bahkan barang koleksi seperti kartu Pokémon yang mencetak rekor tertinggi, tidak mengejutkan Bitcoin ikut diuntungkan dari narasi pelemahan dolar AS,” ujar Joshua Lim, Co-Head of Markets di FalconX, perusahaan pialang kripto.
Regulasi yang Lebih Bersahabat
Kenaikan harga Bitcoin juga didukung oleh iklim regulasi yang lebih bersahabat di Washington di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sejumlah perusahaan publik, dipelopori oleh Michael Saylor melalui Strategy, meningkatkan permintaan dengan mengadopsi strategi menimbun Bitcoin sebagai aset cadangan. Praktik ini kemudian diikuti oleh aset kripto lain seperti Ether, sehingga mendorong reli yang lebih luas di pasar aset digital.
Kenaikan Saham dan Pasar Lainnya
Di sisi lain, saham-saham AS turut mencetak rekor pada Jumat (3/10/2025), ditopang gelombang kesepakatan besar di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), meski pasar menghadapi ancaman penutupan pemerintahan berkepanjangan dan pelemahan aktivitas bisnis.
Sementara itu, imbal hasil obligasi AS (treasuries) dan dolar AS tertekan, sedangkan emas mencatat reli mingguan ketujuh beruntun, didukung aksi beli bank sentral di tengah penurunan suku bunga dan kekhawatiran inflasi yang berlanjut.
Pandangan dari Ahli Pasar
“Penutupan pemerintahan kali ini memang berpengaruh,” ujar Global Head of Digital Assets Research di Standard Chartered Plc., Geoff Kendrick.
Menurutnya, Bitcoin berpotensi melanjutkan reli selama periode shutdown. Dia menambahkan bahwa kondisi pasar kali ini berbeda dibandingkan periode penutupan pemerintahan 2018–2019, ketika pergerakan Bitcoin belum terlalu sejalan dengan aset berisiko tradisional.