
Kinerja Reksa Dana Syariah Diperkirakan Tetap Solid di Tahun 2026
Kinerja reksa dana syariah diperkirakan tetap solid pada tahun 2026. Optimisme ini didukung oleh prospek positif pasar saham dan obligasi domestik, serta berlanjutnya tren penurunan suku bunga yang menopang pertumbuhan dana kelolaan dan imbal hasil investasi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan data Infovesta per 22 Desember 2025, indeks reksa dana saham syariah mencatatkan return sebesar 35,38% secara tahunan atau year to date (YTD). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan reksa dana campuran syariah dengan return 17,41%, reksa dana pendapatan tetap syariah sebesar 7,68%, dan reksa dana pasar uang syariah dengan return 4,75%.
Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani, menjelaskan bahwa lonjakan pasar saham dan penurunan yield obligasi sepanjang 2025 memberikan dampak langsung pada kinerja reksa dana syariah karena mengikuti pergerakan instrumen dasar investasinya.
“Prospeknya bagus di 2026 seiring dengan prospek positif pasar saham dan pasar obligasi domestik secara umum,” kata Arjun kepada aiotrade, Jumat (26/12/2025).
Ia menilai sentimen tahun depan diperkirakan semakin positif berkat pemangkasan suku bunga, inflasi yang lebih terkendali, serta meredanya tensi geopolitik dan perdagangan global.
Dari dalam negeri, stimulus pemerintah dan peningkatan belanja negara akan ikut mengangkat sentimen, meskipun tetap ada risiko pelebaran defisit APBN.
Produk dengan Kinerja Terbaik di PT Samuel Aset Manajemen
Dari sisi pelaku industri, Kepala Unit Pengelola Investasi Syariah PT Samuel Aset Manajemen, Budi Santoso, menyebut reksa dana saham syariah menjadi produk dengan kinerja tertinggi di perusahaannya sepanjang 2025.
Sektor energi, komoditas, dan telekomunikasi disebut sebagai kontributor utama dalam portofolio yang terus disesuaikan dengan kondisi pasar.
Melihat tren tersebut, Budi optimistis industri reksa dana syariah akan terus tumbuh pada 2026, baik dari sisi dana kelolaan maupun imbal hasil.
Pemulihan laba emiten diperkirakan tetap menjadikan reksa dana saham syariah sebagai primadona. Sementara itu, reksa dana pendapatan tetap syariah berpeluang mencatatkan kinerja stabil seiring penurunan suku bunga yang mengerek harga sukuk.
Pertumbuhan Pangsa Dana Kelolaan dan Minat Investor
Budi menambahkan, pangsa dana kelolaan reksa dana syariah juga berpotensi meningkat hingga mendekati 10% dari total industri, ditopang literasi keuangan syariah dan minat yang semakin besar dari investor ritel.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kinerja reksa dana syariah pada 2026 tidak lepas dari risiko pasar, terutama ketidakpastian geopolitik global, valuasi saham yang mulai tinggi di sejumlah sektor, serta dinamika kebijakan pemerintah yang terus jadi perhatian investor.
Potensi Kinerja Kompetitif di Tahun Depan
Dengan kombinasi sentimen makroekonomi yang positif dan fundamental pasar yang semakin baik, reksa dana syariah masih dipandang memiliki ruang untuk mencatatkan kinerja kompetitif pada tahun depan.
Beberapa faktor yang mendukung antara lain:
- Penurunan suku bunga yang memengaruhi biaya pinjaman dan meningkatkan daya beli masyarakat.
- Stabilitas inflasi yang membantu menjaga daya beli dan kepercayaan investor.
- Peningkatan belanja pemerintah yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor riil.
- Perbaikan fundamental pasar saham dan obligasi yang memberikan kinerja yang lebih baik.
Dengan semua faktor tersebut, industri reksa dana syariah memiliki potensi untuk terus berkembang dan menjadi pilihan utama bagi para investor yang ingin melakukan investasi jangka panjang dengan prinsip syariah.