Rektor UI Kolaborasi dengan Jaksa Awasi Pengelolaan Kampus

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 19x dilihat
Rektor UI Kolaborasi dengan Jaksa Awasi Pengelolaan Kampus

Rekrutmen Jaksa Aktif untuk Memperkuat Pengawasan Internal UI

Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah mengambil langkah penting dalam upaya memperkuat tata kelola kampus. Ia merekrut seorang jaksa aktif, Sri Haryanto, yang masuk ke dalam struktur pengawasan internal untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan integritas di lingkungan UI. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen kampus untuk menegakkan prinsip-prinsip yang baik dalam pengelolaan universitas.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Heri menyampaikan bahwa ia ingin memastikan adanya figur yang memiliki keberanian dan rekam jejak bersih dalam mengawasi tata kelola kampus. "Kehadiran Sri Haryanto adalah sinyal bahwa UI serius menjaga integritasnya," ujarnya dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Sebagai alumni Tohoku University, Heri sebelumnya mengirim surat langsung kepada Jaksa Agung untuk meminta pendampingan seorang jaksa aktif. Surat tersebut mendapat respons positif, dan Jaksa Agung resmi menugaskan Sri Haryanto untuk bergabung dengan UI. Dengan mandat memperkuat pengawasan internal dan membangun budaya tata kelola yang transparan, kehadiran Haryanto menjadi bagian dari strategi kampus untuk mencegah terulangnya praktik-praktik yang mencoreng dunia akademik.

Perspektif Penegak Hukum dalam Pengawasan Internal

Selain mengandalkan mekanisme pengawasan internal seperti Satuan Pengawas Internal (SPI), UI kini memiliki perspektif penegak hukum melalui kehadiran Sri Haryanto. Ia akan terlibat langsung dalam mendampingi proses audit dan menegakkan standar kepatuhan. Selain itu, Haryanto juga akan berperan dalam membangun sistem transparansi data akademik dan keuangan.

Langkah ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk keseriusan UI dalam tidak lagi memberi ruang bagi praktik-praktik yang mencederai nilai akademik. Hal ini dilakukan setelah isu integritas UI mencuat, terutama setelah publik menyoroti perlakuan istimewa yang diterima Menteri Bahlil Lahadalia di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) UI.

Respons Cepat Terhadap Isu Integritas

Heri merespons cepat dengan melakukan moratorium terhadap penerimaan mahasiswa S3 di SKSG, serta memberikan sanksi kepada sejumlah dosen. Namun, ia merasa hal tersebut belum cukup. Akhirnya, SKSG ditutup total, dengan seluruh program studi dilebur ke dalam Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL). Dari integrasi tersebut, lahir Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB), yang digadang-gadang menjadi motor baru keilmuan UI dalam bidang pembangunan berkelanjutan.

"Menutup SKSG adalah keputusan yang tidak mudah. Namun, untuk membangun kembali kepercayaan publik, saya harus tegas. UI tidak boleh kompromi terhadap praktik yang merusak integritas akademik," papar Heri.

Tujuan Jangka Panjang UI

Heri menegaskan bahwa reformasi ini adalah bagian dari strategi besar UI untuk menjadi universitas berkelas dunia. Capaian terbaru UI yang menembus peringkat 189 dunia versi QS World University Rankings 2025, menurutnya, tidak akan berarti jika integritas kampus tidak dijaga.

"Ranking boleh naik, prestasi boleh bertambah, tapi itu semua akan rapuh tanpa integritas. Saya ingin UI dikenal bukan hanya karena kualitas risetnya, tetapi juga karena keberaniannya menegakkan tata kelola yang bersih," terang Heri.

Komitmen untuk Menjadi Contoh Institusi Bersih

Keberadaan jaksa di tubuh UI tidak hanya meneguhkan komitmen akademik UI, tetapi juga memperlihatkan pada publik bahwa kampus dapat menjadi contoh institusi yang bersih dan berani berbenah. "Integritas adalah pilar utama. Kami ingin UI tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam etika dan tata kelola," ucap Heri.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan