
Renungan Harian Katolik
Sabtu, 25 Oktober 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Bertobat untuk Berubah dan Berbuah dalam Kasih
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berkata, "Tetapi jikalau kalian tidak bertobat, kalian semua akan binasa dengan cara demikian." (Luk 13:5b). Kalimat ini menjadi peringatan penting bagi setiap orang percaya. Bertobat bukan hanya sekadar mengakui kesalahan, tetapi juga merupakan langkah awal untuk berubah dan mencapai kehidupan yang lebih baik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Harapan akan hidup yang lebih baik dari seorang beriman adalah upaya agar rutin bertobat dalam hidup. Kehidupan yang penuh tantangan, penderitaan, bahkan musibah yang menimpa bukanlah penyebab dari situasi buruk itu sendiri. Yang harus diwaspadai adalah dosa yang bisa mendatangkan hukuman dan kesengsaraan sebelum seseorang bertobat.
Para korban musibah dalam Kitab Suci memberi pelajaran hidup yang bermakna. Misalnya, orang-orang Galilea yang dibunuh Pilatus, kedelapan belas orang yang mati tertimpa menara, dan pohon ara yang tak berbuah. Mereka menjadi contoh bahwa kehidupan yang tidak bertobat dapat berujung pada kebinasaan. Oleh karena itu, kita diajak untuk merenung dan mengubah cara hidup agar berbuah kebaikan melalui pertobatan.
Tuhan selalu memberi kesempatan kepada manusia untuk bertobat dan berbuah kasih dalam hidupnya. Allah sabar sampai kapan pun asalkan manusia sadar untuk bertobat. Rahmat besar dari pertobatan adalah keselamatan. Orang yang tidak mau bertobat akan binasa. Oleh karena itu, kesempatan emas yang Tuhan siapkan untuk berubah dan menjadi lebih baik melalui pertobatan jangan kita sia-siakan.
Dalam diri manusia ada dua kekuatan yang berperan sangat penting. Pertama, kekuatan daging dan kedua, kekuatan Roh. Kedua kekuatan ini memiliki buahnya masing-masing. Orang yang mengandalkan kekuatan daging dalam hidupnya memikirkan keinginan daging. Sementara itu, orang yang hidup dalam kekuatan Roh memikirkan keinginan Roh. Santo Paulus menegaskan, "Keinginan daging ialah maut, tetapi keinginan Roh ialah hidup dan damai sejahtera." (Rm 8:6).
Kekuatan daging hanya bisa dijinakkan dengan doa dan pertobatan. Orang yang hidup dalam Roh berkenan di hati Allah, sedangkan yang hidup dalam daging tidak. Pemazmur berkata, "Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan." (Mzm 24:3-4).
Penghalang utama mendekati tempat kudus Tuhan dalam pandangan pemazmur adalah ketidakjujuran. Orang yang tipu daya untuk menggolkan keinginan dagingnya pada akhirnya akan binasa jika tidak bertobat sebelum kematiannya.
Semua orang memiliki kekurangan, salah, dan dosa dalam hidupnya. Tuhan tahu kelemahan manusiawi kita. Tuhan selalu memberi kesempatan kepada setiap pribadi untuk menyadari betapa pentingnya pertobatan dan bagaimana Tuhan memberi kesempatan untuk berubah, berbuah, serta menjadi lebih baik.
Untuk menggapai hal terindah dalam hidup, kita butuh bimbingan Roh Kudus dalam membangun diri selaras dengan kehendak Allah. Pusatkan hati kita pada kemauan Tuhan. Berdoa adalah kegiatan paling penting bagi seorang beriman. Orang yang berdoa giat dan tekun akan menghasilkan iman, cinta, pelayanan, dan kedamaian dalam hidupnya.
Mari dalam bimbingan Tuhan sendiri, semoga kita bertobat, berubah, dan berbuah dalam kasih. Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua.