
Renungan Harian Katolik
Sabtu, 25 Oktober 2025
BERTOBAT UNTUK BERUBAH DAN BERBUAH DALAM KASIH
Dalam bacaan kitab suci hari ini (Rm 8:1-11; Mzm 24:1-6; Luk 13:1-9), Yesus mengingatkan kita bahwa "jikalau kalian tidak bertobat, kalian semua akan binasa dengan cara demikian." Peringatan ini menjadi pengingat penting bagi setiap orang beriman untuk senantiasa menjaga kehidupan dalam kesadaran akan dosa dan kebutuhan untuk bertobat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Harapan akan hidup yang lebih baik adalah upaya untuk terus bertobat. Hidup yang penuh tantangan, penderitaan, atau musibah bukanlah akar dari keburukan hidup itu sendiri. Yang perlu diwaspadai adalah dosa yang bisa menyebabkan kehinaan sebelum seseorang sadar untuk bertobat.
Kisah-kisah dalam Kitab Suci seperti orang-orang Galilea yang dibunuh Pilatus, kedelapan belas orang yang mati tertimpa menara, atau pohon ara yang tak berbuah memberikan pelajaran hidup yang mendalam. Mereka mengajarkan bahwa perubahan hidup harus dimulai dari pertobatan agar dapat berbuah kebaikan.
Tuhan selalu memberi kesempatan kepada manusia untuk bertobat dan berbuah kasih dalam hidupnya. Allah sabar, tetapi kesabaran-Nya memiliki batas. Orang yang tidak mau bertobat akan binasa. Oleh karena itu, kesempatan emas yang Tuhan siapkan untuk berubah dan menjadi lebih baik melalui pertobatan jangan kita sia-siakan.
Dalam diri manusia ada dua kekuatan yang sangat penting, yaitu kekuatan daging dan kekuatan Roh. Kedua kekuatan ini memiliki buah yang berbeda. Orang yang mengandalkan kekuatan daging memikirkan keinginan daging, sedangkan orang yang hidup dalam kekuatan Roh memikirkan keinginan Roh. Santo Paulus menyatakan, "Keinginan daging ialah maut, tetapi keinginan Roh ialah hidup dan damai sejahtera." (Rm 8:6).
Kekuatan daging hanya bisa dijinakkan melalui doa dan pertobatan. Orang yang hidup dalam Roh berkenan di hati Allah, sementara yang hidup dalam daging tidak. Pemazmur berkata, "Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan." (Mzm 24:3-4).
Penghalang utama mendekati tempat kudus Tuhan adalah ketidakjujuran. Orang yang tipu daya untuk mencapai keinginan dagingnya pada akhirnya akan binasa jika tidak bertobat sebelum kematiannya.
Setiap orang pasti memiliki kekurangan, kesalahan, dan dosa dalam hidupnya. Tuhan tahu betul kelemahan manusiawi kita. Ia selalu memberi kesempatan kepada setiap pribadi untuk menyadari pentingnya pertobatan dan bagaimana Tuhan memberi kesempatan untuk berubah, berbuah, dan menjadi lebih baik.
Untuk mencapai hal terindah dalam hidup, kita butuh bimbingan Roh Kudus dalam membangun diri selaras dengan kehendak Allah. Pusatkan hati kita pada kemauan Tuhan. Berdoa adalah kegiatan paling penting bagi seorang beriman. Orang yang berdoa giat dan tekun akan menghasilkan iman, cinta, pelayanan, dan kedamaian dalam hidupnya.
Mari dalam bimbingan Tuhan sendiri, semoga kita bertobat, berubah, dan berbuah dalam kasih.