
Renungan Katolik Hari Ini
Mari simak renungan Katolik hari ini, Jumat 24 Oktober 2025. Tema renungan kali ini adalah kepekaan terhadap tanda-tanda kehadiran Tuhan. Renungan ini disiapkan untuk hari Jumat biasa XXIX, dalam perayaan fakultatif Santo Antonius Maria Claret, Uskup dan pengaku Iman dengan warna liturgi hijau.
Bacaan Liturgi
Bacaan Pertama: Roma 7:18-25a
Aku tahu bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.
Jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.
Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (7-26) Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Mazmur Tanggapan: Mazmur 119:66,68,76,77,93,94
Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu.
Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburananku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.
Biarlah rahmat-Mu sampai kepadaku, supaya aku hidup, sebab Taurat-Mu adalah kegemaranku.
Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku.
Aku kepunyaan-Mu, selamatkanlah aku, sebab aku mencari titah-titah-Mu.
Bait Pengantar Injil: Matius 11:25
Ref. Alleluya, alleluya.
Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.
Bacaan Injil: Lukas 12:54-59
Kalian tahu menilai gelagat bumi dan langit, tetapi mengapa tidak dapat menilai zaman ini?
Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada orang banyak, "Apabila kalian melihat awan naik di sebelah barat, segera kalian berkata, 'Akan datang hujan.' Dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kalian melihat angin selatan bertiup, kalian berkata, 'Hari akan panas terik.' Dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, kalian tahu menilai gelagat bumi dan langit, tetapi mengapa tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapa engkau tidak memutuskan sendiri apa yang benar?
Jika engkau dan lawanmu pergi menghadap penguasa, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan. Jangan sampai ia menyeret engkau kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya, dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu, 'Engkau takkan keluar dari sana, sebelum melunasi hutangmu'."
Renungan Harian Katolik
Kita adalah makluk ciptaan Allah yang paling mulia dan bermartabat di antara segala ciptaan yang lain. Akal budi dan kehendak bebas merupakan ciri khas yang ada pada kita, sehingga dengan memiliki akal budi dan kehendak bebas kita mampu berpikir dan pandai membuat suatu kesimpulan. Sayangnya banyak orang hanya pandai berbicara dan berkomentar terhadap sesuatu yang dibuat oleh orang lain, yang sesungguhnya ia sendiri tidak sanggup melakukannya.
Banyak orang pandai memberi komentar tentang sepak bola, tetapi tidak mampu menjadi pemain sepak bola yang unggul. Banyak orang berkomentar tentang politik, namun tidak sanggup berjuang dalam dunia politik. Kita lebih mudah berkomentar dan mengkritik sesuatu yang dikerjakan oleh orang lain daripada melakukannya sendiri. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh sikap angkuh kita, merasa lebih tahu dari orang lain. Semuanya dinilai dari sudut pandang kita.
Sabda Tuhan hari ini, berbicara tentang kekecewaan Yesus terhadap orang banyak dan kaum Farisi yang pandai dalam segala hal terlebih pandai dalam membaca tanda-tanda alam. Akan tetapi mereka tidak mampu melihat pesan dan kehadiran Tuhan dalam peristiwa-peristiwa tersebut. Mereka hanya pandai berkomentar dan mengkritik sesuatu yang pada dasarnya tidak mereka ketahui.
“Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?” Pertanyaan Yesus menantang umat sebangsaNya karena tidak mampu mengartikan tanda-tanda yang Dia kerjakan. Tanda-tanda itu seperti menggandakan roti, menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat dan bergaul dengan orang kecil. Tanda-tanda itu belum mencairkan hati mereka untuk menerima dan berpihak kepada Allah. Taurat yang memberi petunjuk untuk memperjelas tanda-tanda itu sengaja mereka pinggirkan. Mereka menutup mata, berkeras hati dan acuh tak acuh.
Yesus mengingatkan para murid untuk jeli menangkap dan memahami tanda-tanda jaman, karena Tuhan sering berbicara kepada umatNya melalui tanda-tanda tersebut. Dengan bermodalkan pengetahuan yang lebih tinggi dalam bidang Taurat, orang-orang Farisi menjadi egois dan sombong, maka mereka tidak mampu melihat kehadiran Allah dalam diri Yesus. Mereka selalu mengharapkan kedatangan Juru Selamat itu dalam peristiwa-peristiwa besar, tetapi mereka lupa bahwa kehadiran Allah selalu diidentikkan dengan orang-orang lemah, orang-orang kecil dan sederhana.
Begitu pun juga dengan kita yang hidup di zaman yang serba canggih ini. Kita sering tenggelam dalam kesibukan mengurus diri dan lupa terhadap sesama. Kita menjadi orang yang egois, yang hanya pandai melihat diri sendiri. Maka kerendahan hati sangat dibutuhkan dalam melihat tanda-tanda kehadiran Tuhan, yang sungguh nyata dalam hidup kita. Kerendahan hati justru membawa kesabaran bagi kita untuk mampu menilai zaman ini dan mampu menilai mana yang baik dan mana yang tidak baik. Terlebih kita butuh telinga untuk mendengar, mata untuk melihat, dan hati untuk menyimak pesan di balik peristiwa-peristiwa yang ada. Sebab Tuhan hadir dalam alam ciptaan dan terlebih khusus dalam diri sesama.
Mari kita mohon rahmat Tuhan agar kita mampu menangkap tanda-tanda dari Tuhan. Dengan menangkap tanda-tanda dari Tuhan, kita mendapat jaminan tidak akan dilemparkan ke dalam penjara. Tentu kita semua tidak berharap akan masuk dalam penjara, apalagi penjara kehidupan. Dalam Kristus, hutang-hutang dan dosa kita sudah dihapus-Nya. Dalam Kristus kita mendapat martabat kebebasan dan diangkat menjadi anak-anak Allah.
Masalahnya adalah apakah kita sudah hidup sesuai dengan martabat itu? Atau justru karena kemampuan kita melihat tanda-tanda jaman, kita tidak hidup dalam keagungan martabat anak-anak Allah? Sering kali justru karena kepekaan mata kepala kita, justru kita menjadi terpenjara dan tidak mengalami kebebasan sejati.
Semoga kita semakin mampu menjadikan mata kepala sejalan dan sepandangan dengan mata hati. Ketika Tuhan datang, kita didapati tetap setia dan waspada untuk ikut dalam perjamuan surgawi.
Doa
Ya Tuhan, semoga kami mampu menggunakan kedua mata kepala kami untuk melihat dan memandang yang baik dan benar. Semoga mata kami memancarkan kebaikan dan kebenaran yang berasal dari padaMu. Ajarilah kami agar kami mampu untuk melihat dengan hati dan budi kami. Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Jumat. Selamat beraktivitas. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus....Amin.