Resep Lempok Durian Pontianak Tanpa Tepung, Aroma Wangi, Manis dan Lembut

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 19x dilihat
Resep Lempok Durian Pontianak Tanpa Tepung, Aroma Wangi, Manis dan Lembut

Sejarah dan Ciri Khas Lempok Durian

Lempok durian adalah makanan tradisional khas Kalimantan Barat, terutama dari Pontianak dan sekitarnya. Camilan ini sangat populer sebagai oleh-oleh yang digemari wisatawan karena rasanya manis legit dan aroma duriannya yang kuat. Makanan ini terbuat dari daging buah durian murni yang dimasak lama bersama gula hingga mengental dan padat seperti dodol. Namun, berbeda dengan dodol, lempok tidak menggunakan tepung beras atau bahan pengental lainnya, sehingga rasa duriannya lebih kuat, alami, dan autentik.

Teksturnya kenyal lembut, dengan warna cokelat keemasan hingga cokelat tua, tergantung dari durian yang digunakan dan lama proses pemasakan. Berikut beberapa ciri khas dari lempok durian Pontianak:

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
  • Menggunakan durian lokal berkualitas tinggi dari Kalimantan Barat.
  • Tanpa bahan pengawet, pewarna, atau campuran tepung.
  • Aroma durian yang kuat dan rasa manis alami dari gula.
  • Dikemas dalam bentuk balok atau potongan pipih yang dibungkus plastik atau daun kering.

Lempok durian telah menjadi ikon kuliner tradisional daerah Pontianak yang dijual di pusat oleh-oleh, pasar tradisional, dan toko makanan khas daerah ini. Cocok untuk menjadi buah tangan karena tahan lama dan tidak mudah basi.

Fakta Menarik tentang Lempok Durian

Proses pembuatan lempok bisa memakan waktu hingga 3–4 jam, diaduk terus agar tidak gosong. Karena tidak memakai tepung, dibutuhkan banyak daging durian untuk menghasilkan sedikit lempok, inilah sebabnya harganya cenderung mahal. Lempok durian kadang disebut juga “dodol durian khas Pontianak”, tetapi sebenarnya lebih “murni” daripada dodol biasa.

Resep dan Cara Membuat Lempok Durian Khas Pontianak

Berikut resep lempok durian khas Pontianak:

Bahan-Bahan:

  • 1 kg daging durian matang (pisahkan dari bijinya)
  • 250–300 gram gula pasir (sesuaikan dengan tingkat manis durian)
  • Sejumput garam
  • Daun pisang atau plastik pembungkus (untuk membentuk dan membungkus lempok)

Cara Membuat:

  1. Persiapan Bahan: Pilih durian yang benar-benar matang dan harum — durian lokal seperti durian montong Kalimantan akan memberikan rasa dan aroma yang lebih khas. Pisahkan daging durian dari bijinya, haluskan menggunakan spatula atau sendok kayu.

  2. Memasak Adonan: Siapkan wajan besar anti lengket atau kuali tembaga (lebih baik agar panas merata). Masukkan daging durian, gula pasir, dan sedikit garam. Masak dengan api kecil, aduk terus menerus agar tidak gosong di dasar wajan. Masak selama 3–4 jam, hingga adonan mengental, berubah warna menjadi cokelat keemasan, dan tidak lagi menempel di wajan. Tanda matang: adonan terasa berat saat diaduk dan mengeluarkan aroma durian yang kuat.

  3. Membentuk dan Mendinginkan: Setelah matang, angkat dan biarkan agak dingin. Bentuk adonan sesuai selera:

  4. Bisa digulung panjang, dibentuk bulat, atau dimasukkan ke dalam cetakan kecil.
  5. Bungkus dengan plastik atau daun pisang kering, lalu simpan di tempat sejuk.

  6. Penyajian: Potong kecil-kecil saat akan disajikan. Nikmati bersama teh hangat atau kopi pahit untuk menyeimbangkan rasa manisnya.

Tips Tambahan:

  • Gunakan api kecil dan sabar saat mengaduk, karena adonan mudah gosong.
  • Semakin lama dimasak, lempok akan semakin tahan lama.
  • Lempok yang disimpan di wadah kedap udara bisa tahan hingga 1–2 bulan tanpa bahan pengawet.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan