
Reses ke-4 Anggota DPRD TTU di Desa Haumeni
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (ADPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Wilhelmus Kusi Neno Oki, S.I.P., kembali menggelar reses di Desa Haumeni, Kecamatan Bikomi Utara, Jumat 7 November 2025. Kegiatan ini merupakan reses ke-4 yang dilaksanakan oleh ADPRD dari Fraksi Partai Golkar tersebut.
Masalah Akses Jalan yang Menghambat Masyarakat
Dalam kegiatan reses tersebut, masyarakat Desa Haumeni menyampaikan berbagai keluhan terkait kondisi infrastruktur jalan yang sangat memprihatinkan. Salah satu isu utama yang disampaikan adalah akses jalan menuju wilayah desa tersebut yang saat ini mengalami kerusakan parah dan sulit dilalui.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Petrus Bait Lake, salah satu warga masyarakat Desa Haumeni, menjelaskan bahwa ruas jalan menuju desa tersebut telah dibiarkan selama bertahun-tahun tanpa perhatian pemerintah. Ia menuturkan bahwa jalan dari Desa Faennake menuju Desa Haumeni saat ini dalam kondisi rusak parah dan sangat sulit dilalui baik pada musim hujan maupun musim panas.
"
Jalan itu dikerjakan pada saat Bapak Niko Suni masih menjabat sebagai Kepala BAPEDA. Jalan tersebut memang lapen tapi aspal sudah lobang-lobangan mulai dari cabang masuk di Desa Faennake sampai di Haumeni bahkan berlanjut hingga desa Sono, Kecamatan Bikomi Tengah," ujar Petrus.
Ia juga menyampaikan bahwa ruas jalan tersebut seharusnya mendapatkan perhatian dari pemerintah karena menjadi jalan penyangga dari ruas jalan perbatasan dari Napan menuju ke Eban. Oleh karena itu, ia berharap agar Anggota DPRD TTU, Wilhelmus Oki dapat membantu menyampaikan keluhan mereka kepada pemerintah.
"Kami sangat berharap agar Pak Wilem yang sudah datang reses dan menyaksikan dari dekat ruas jalan tersebut dapat membantu menyuarakan apa yang menjadi keluhan kami masyarakat di desa Haumeni sehingga bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah," ungkapnya.
Tanggapan dari Anggota DPRD TTU
Menanggapi keluhan tersebut, Wilhelmus Kusi Neno Oki menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2026, dana transfer dari pemerintah pusat ke Pemkab TTU dikurangi hingga mencapai ratusan miliar. Hal ini membuat pembangunan infrastruktur jalan pada tahun 2026 sedikit terkendala.
Namun, sebagai Anggota DPRD, ia berkomitmen untuk memberikan gambaran secara komprehensif kepada pemerintah terkait kondisi jalan tersebut. Ia berjanji akan tetap menyampaikan kondisi jalan kita ini pada saat sidang nanti.
"Saya akan tetap menyampaikan kondisi jalan kita ini pada saat sidang nanti sehingga jika ada peluang anggaran yang bisa dianggarkan untuk peningkatan infrastruktur jalan, ruas jalan menuju ke desa Haumeni bisa diperhatikan," tandasnya.
Tantangan dan Harapan Masyarakat
Masyarakat Desa Haumeni sangat berharap agar kondisi jalan yang selama ini dibiarkan rusak dapat segera mendapat perhatian dari pemerintah. Mereka berharap agar jalan tersebut tidak hanya diperbaiki, tetapi juga dikelola dengan baik agar dapat digunakan oleh masyarakat secara aman dan nyaman.
Selain itu, masyarakat juga berharap agar pemerintah dapat lebih proaktif dalam merencanakan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah yang belum mendapat perhatian. Dengan adanya perbaikan jalan, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Kehadiran Anggota DPRD TTU dalam kegiatan reses ini menunjukkan komitmen pihak legislatif untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan berupaya memperjuangkan kepentingan rakyat. Dengan dukungan penuh dari para anggota dewan, diharapkan kondisi jalan di Desa Haumeni dapat segera diperbaiki dan menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.