Panduan Lengkap Persyaratan KUR Mandiri Tahun 2025
Ringkasan Cepat (Key Takeaways)
Berikut adalah poin-poin penting yang perlu Anda ketahui sebelum mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Mandiri:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
- Dokumen Wajib: e-KTP, KK, dan Surat Nikah/Cerai adalah dokumen yang tidak boleh terlewat.
- Legalitas Usaha: Diperlukan NIB (Nomor Induk Berusaha) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Desa/Kelurahan.
- Batas Plafon NPWP: Jika mengajukan pinjaman di atas Rp 50 juta, maka wajib melampirkan NPWP.
- Syarat BPJS TK: Jika mengajukan pinjaman di atas Rp 100 juta (KUR Kecil), maka wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Persyaratan Umum Calon Debitur
Sebelum menyiapkan berkas, pastikan profil diri dan usaha Anda memenuhi kriteria risiko yang ditetapkan Bank Mandiri. Berikut beberapa kriteria umumnya:
- Usia: Minimal 21 tahun atau sudah menikah. Untuk KUR TKI, usia bisa lebih muda (18 tahun) dengan izin orang tua.
- Riwayat Kredit: Tidak masuk Daftar Hitam Nasional. Boleh memiliki kredit lain (seperti KPR/Motor) selama statusnya lancar.
- Lama Usaha:
- KUR Mikro & Kecil: Usaha produktif minimal berjalan 6 bulan.
- KUR Super Mikro: Boleh kurang dari 6 bulan asalkan mengikuti pendampingan/pelatihan atau tergabung dalam kelompok usaha.
Dokumen Administrasi Dasar
Apapun jenis KUR yang Anda ajukan (Super Mikro, Mikro, atau Kecil), dokumen-dokumen berikut ini wajib ada:
- e-KTP atau Surat Keterangan Pembuatan e-KTP sebagai bukti Nomor Induk Kependudukan (NIK).
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
- Fotokopi Surat Nikah atau Akta Cerai (bagi yang sudah menikah/cerai).
- Bukti Usaha: NIB (Nomor Induk Berusaha) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) Mikro dan Kecil yang diterbitkan RT/RW, Kelurahan/Desa.
Persyaratan Dokumen Tambahan Sesuai Plafon
Bagian ini sangat penting karena semakin besar plafon pinjaman, semakin banyak persyaratan tambahan yang harus dipenuhi. Berikut penjelasannya:
A. Plafon hingga Rp 50 Juta
- Dokumen dasar (poin 2) sudah cukup.
- Tidak wajib agunan tambahan.
B. Plafon di Atas Rp 50 Juta (Rp 51 Juta - Rp 100 Juta)
- Wajib melampirkan NPWP. Jika belum memiliki, segera buat secara online atau ke kantor pajak.
- Tidak wajib memiliki BPJS Ketenagakerjaan.
C. Plafon di Atas Rp 100 Juta (KUR Kecil)
- Wajib melampirkan NPWP.
- Wajib memiliki kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
- Mungkin diperlukan agunan tambahan (seperti sertifikat tanah/BPKB) tergantung penilaian bank, karena masuk kategori KUR Kecil.
Syarat Khusus Penerima KUR Kembali (Top Up)
Jika Anda sudah pernah lunas KUR dan ingin mengajukan lagi di tahun 2025, berikut syaratnya:
- Wajib melampirkan bukti pelunasan pinjaman sebelumnya.
- Harus bersedia dikenakan Suku Bunga Berjenjang (7%, 8%, atau 9%) sesuai urutan penerimaan KUR.
- Untuk sektor produksi (Pertanian, Perikanan, Peternakan), dibatasi menerima KUR maksimal 4 kali.
- Untuk sektor non-produksi (Perdagangan/Jasa), dibatasi maksimal 2 kali.
Tips untuk Proses Pengajuan yang Lancar
Agar proses pengajuan KUR berjalan mulus dan tidak membutuhkan banyak waktu, ikuti tips berikut:
- Susun dokumen secara rapi dan berurutan mulai dari KTP hingga Surat Usaha dalam satu map.
- Pastikan semua dokumen lengkap dan sesuai dengan persyaratan.
- Kesiapan dokumen mencerminkan keseriusan Anda dalam menjalankan usaha di mata pihak Bank.