Resmi! BSI Dapatkan Izin Simpan Emas dari OJK

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 14x dilihat
Resmi! BSI Dapatkan Izin Simpan Emas dari OJK


aiotrade, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) telah mendapatkan izin untuk menjalankan layanan simpanan emas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 10 November 2025.

"Alhamdulillah, per 10 November kami, tepatnya dua hari yang lalu BSI telah mendapat izin untuk menjalankan kegiatan simpanan emas, terima kasih OJK," ujar Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta dalam acara Bullion Connect 2025, Rabu (12/11/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Bob menyebut bahwa bisnis emas menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama BSI. Saat ini, BRIS sudah memiliki izin Kegiatan Usaha Bulion untuk perdagangan dan penitipan emas. Selain itu, BSI juga memiliki izin untuk layanan gadai emas.

"Kami belajar dari pegadaian bagaimana memberikan layanan kepada masyarakat untuk gadai. Dalam konteks ini, OJK cukup mengawasi kami dengan ketat, termasuk membatasi jumlah dan jangka waktu," tambahnya.

Izin untuk layanan perdagangan dan penitipan emas dikeluarkan oleh OJK melalui Surat Nomor S-53/PB.22/2025 tanggal 12 Februari 2025 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion PT Bank Syariah Indonesia Tbk untuk Kegiatan Penitipan Emas dan Perdagangan Emas.

Sejak peluncuran layanan bulion oleh pemerintah pada 26 Februari 2025, bisnis emas BSI tumbuh sangat pesat. Pertumbuhan mencapai 72,82% secara tahunan (YoY), dengan total nilai mencapai Rp18,76 triliun. Komposisi pertumbuhan tersebut terdiri dari Cicil Emas sebesar Rp10,32 triliun dengan pertumbuhan 106,36% YoY, dan Gadai Emas sebesar Rp8,44 triliun dengan pertumbuhan 44,19% YoY.

Selain pembiayaan emas, BSI juga mencatatkan pertumbuhan pada Tabungan E-mas. Saldo kelolaan mencapai 1,15 ton, dengan penjualan sebesar 1,69 ton. Jumlah CIF rekening emas juga mencapai 200.000.

Pembiayaan emas yang melesat juga berdampak positif pada pembiayaan konsumer BSI. Peningkatan sebesar 15,02% tercatat dengan outstanding sebesar Rp167,62 triliun. Sejumlah sektor produktif seperti telekomunikasi, agrobisnis, dan transportasi turut mendukung pertumbuhan pembiayaan wholesale BSI.

Dalam laporan keuangan, BRIS mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp5,57 triliun. Angka ini meningkat 9,03% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,11 triliun.

Peningkatan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan dari penyaluran dana. Hingga September 2025, pendapatan dari penyaluran dana tercatat sebesar Rp22,23 triliun, naik 15,24% dari Rp19,29 triliun pada kuartal III/2024.

Secara rinci, pendapatan dari piutang meningkat 13,26% menjadi Rp12,14 triliun, dibandingkan Rp10,72 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pendapatan dari bagi hasil tumbuh lebih tinggi, yaitu 29,27% menjadi Rp7,45 triliun dari sebelumnya Rp5,76 triliun.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan