
aiotrade, PADANG — Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi mengklaim bahwa pemerintah provinsi bersama PT Pertamina Patra Niaga telah segera mengambil langkah cepat untuk memulihkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di beberapa SPBU.
Peristiwa antrean panjang kendaraan di hampir seluruh SPBU wilayah Sumbar dalam beberapa pekan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Mahyeldi menegaskan pentingnya tindakan cepat untuk mengatasi antrean tersebut sekaligus memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kami tidak akan diam, dan kami juga sudah berkoordinasi langsung dengan Kementerian ESDM, BPH Migas, dan Pertamina untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Sumbar,” ujarnya pada Sabtu (8/11/2025).
Mahyeldi menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari Pertamina, keterlambatan pasokan BBM disebabkan oleh kendala cuaca di jalur distribusi laut, yang sempat menghambat pengiriman dari terminal utama ke Sumbar. Namun, sejak 6 November 2025, Pertamina mulai memulihkan pasokan di SPBU dengan mempercepat suplai dari beberapa terminal pendukung.
“Pertamina sudah menyiasati jalur darat untuk mempercepat pasokan, dengan dukungan terminal BBM dari Siak [Riau], Jambi, dan Sibolga. Jalur darat ini menjadi alternatif utama untuk mempercepat pemulihan distribusi,” jelasnya.
Dia juga menegaskan bahwa Pemprov terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan komunikasi berjalan lancar di semua tingkat. Bahkan, ia menyebut telah berkomunikasi langsung dengan Wakil Menteri ESDM Yulio Tanjung untuk melaporkan situasi di Sumbar dan meminta dukungan pemulihan penuh.
“Secara stok BBM sebenarnya tidak ada masalah karena Sumbar sudah mendapat tambahan kuota. Hanya kendala teknis distribusi yang membuat penyalurannya ke SPBU sedikit terlambat. Kami harap masyarakat tenang, karena proses pemulihan ini sedang berlangsung dan hasilnya mulai terlihat,” ujar Mahyeldi.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi menjelaskan bahwa Pertamina telah menambah 20 unit armada mobil tangki dengan total kapasitas angkut 320 kiloliter untuk mempercepat distribusi ke SPBU di seluruh wilayah Sumbar.
“Selain itu, sejak tanggal 7 November, Integrated Terminal Teluk Kabung sudah beroperasi 24 jam penuh untuk memastikan pasokan ke SPBU berjalan lebih cepat. Dengan langkah ini, kecepatan penyaluran meningkat sekitar 16% dari kondisi normal,” kata Helmi.
Dia juga menegaskan bahwa Dinas ESDM terus berkoordinasi dengan Pertamina dan aparat daerah untuk memastikan tidak ada hambatan baru di lapangan. Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Pertamina juga sudah mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan BBM dan melaporkan bila menemukan indikasi penyalahgunaan kepada aparat berwenang atau melalui Pertamina Call Center 135,” tutupnya.