Respons ISAT Mengenai Penurunan Pelanggan Q3 2025

admin.aiotrade 08 Nov 2025 2 menit 18x dilihat
Respons ISAT Mengenai Penurunan Pelanggan Q3 2025

Perubahan Strategi dan Penurunan Jumlah Pelanggan

PT Indosat Tbk (ISAT) sedang mengambil langkah-langkah strategis untuk menarik pelanggan berkualitas selama sembilan bulan pertama tahun 2025. Namun, dampak dari strategi ini terlihat pada penurunan jumlah pelanggan di kuartal III/2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut laporan info memo, Indosat melayani total 95 juta pelanggan pada kuartal III/2025. Angka ini lebih rendah 4 juta pelanggan dibandingkan dengan jumlah pelanggan pada periode yang sama tahun lalu, yaitu 99 juta pelanggan. Penurunan ini paling signifikan terjadi di segmen pelanggan prabayar, yang mengalami pengurangan hingga 4 juta pelanggan secara tahunan. Secara kuartalan, jumlah pelanggan juga turun sebesar 1 juta.

Fokus pada Peningkatan Kualitas Layanan

Bilal Khazmi, Direktur dan Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini fokus pada peningkatan kualitas layanan pelanggan. Upaya ini dilakukan melalui penambahan Base Transceiver Station (BTS) dan titik distribusi penjualan di seluruh Indonesia.

Pendekatan hyper-personalization juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memberikan layanan yang lebih relevan sesuai kebutuhan pelanggan. Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah Anti-Spam dan Anti-Scam, yang dirancang untuk melindungi pelanggan dari potensi penipuan digital.

Layanan ini telah berhasil memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko, memberikan peringatan pada lebih dari 90 juta pesan mencurigakan, serta melindungi rata-rata 11,5 juta pelanggan per bulan dari ancaman digital.

“Dengan layanan optimal dan pengalaman yang semakin personal, Indosat optimis dapat meningkatkan customer stickiness,” kata Bilal kepada Bisnis, Sabtu (8/11/2025).

Memahami Customer Stickiness

Customer stickiness merujuk pada kecenderungan pelanggan untuk terus menggunakan layanan dari suatu bisnis karena mereka menemukan nilai khusus seperti kemudahan atau manfaat unik. Istilah ini sering digunakan dalam konteks bisnis seperti telekomunikasi atau e-commerce untuk mengukur loyalitas transaksional, di mana pelanggan “lengket” karena faktor praktis, bukan hanya ikatan emosional.

Tantangan dan Tantangan Baru

Meskipun ada penurunan jumlah pelanggan, Bilal menyatakan bahwa Indosat masih berada dalam jalur yang tepat untuk memberikan pengalaman digital kelas dunia kepada pelanggan dan memperkuat masyarakat Indonesia.

Hingga akhir September 2025, Indosat telah mengoperasikan lebih dari 208.000 BTS 4G, naik 7,7% dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, pembangunan BTS 5G terus dipercepat, dengan mencapai 1.404 titik.

Capaian ini juga terlihat di wilayah regional, seperti Jawa Timur yang menjadi basis pelanggan terbesar kedua dengan 14,6 juta pengguna. Penambahan lebih dari 500 BTS 4G dalam tiga bulan terakhir semakin memperkuat konektivitas di wilayah tersebut.

Kesimpulan

Indosat terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan. Meskipun terdapat penurunan jumlah pelanggan, langkah-langkah strategis yang diambil diharapkan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan memperkuat posisi perusahaan di pasar telekomunikasi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan