Respons pemimpin dunia terhadap penembakan Donald Trump

Respons pemimpin dunia terhadap penembakan Donald Trump
Respons pemimpin dunia terhadap penembakan Donald Trump

Komentar Pemimpin Dunia atas Insiden Penembakan terhadap Presiden AS Donald Trump

Beberapa pemimpin dunia memberikan respons terkait insiden penembakan yang dialami Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Mulai dari Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi hingga Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mereka menyampaikan pernyataan mengenai kejadian tersebut.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi: Lega dan Menentang Kekerasan

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan rasa lega setelah mengetahui bahwa Presiden Trump selamat dari insiden penembakan di Washington Hilton dalam sebuah acara korespondensi. Ia menulis di X miliknya:

"Saya lega mengetahui bahwa Presiden Trump selamat setelah tembakan yang mengerikan itu. Kekerasan tidak pernah bisa ditoleransi di mana pun di dunia."

Takaichi juga menunjukkan dukungan terhadap upaya pencegahan kekerasan di berbagai negara.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese: Mengapresiasi Kinerja Secret Service

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese juga menyampaikan kebahagiaannya karena Presiden dan Ibu Negara AS, Melania Trump, serta para peserta Jamuan Makan Malam Koresponden Gedung Putih dalam kondisi aman. Ia menulis:

"Saya senang mendengar bahwa Presiden dan Ibu Negara, beserta seluruh peserta Jamuan Makan Malam Koresponden Gedung Putih, dalam keadaan aman."

Albanese juga mengapresiasi tindakan cepat Dinas Rahasia (Secret Service) dalam menyelamatkan nyawa Trump. Ia menulis:

"Kami mengapresiasi kerja Dinas Rahasia dan lembaga penegak hukum atas tindakan cepat mereka."

Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodriguez: Mengutuk Aksi Kekerasan

Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, juga ikut mengomentari insiden penembakan tersebut. Meskipun sebelumnya ia adalah Wakil Presiden Venezuela dan sekutu dari Nicolas Maduro, ia mengutuk aksi penembakan terhadap Trump. Di X miliknya, Rodriguez menulis:

"Kami mengutuk upaya serangan terhadap Presiden @realDonaldTrump dan istrinya, Melania, kepada siapa kami menyampaikan harapan terbaik kami, serta kepada para hadirin Correspondents' Dinner."

Ia menambahkan:

"Kekerasan tidak akan pernah menjadi pilihan bagi kami yang menjunjung tinggi panji-panji perdamaian."

Detail Insiden Penembakan di Washington Hilton

Insiden penembakan terhadap Presiden AS Donald Trump terjadi pada hari Sabtu (25/4/2026) waktu setempat di dalam Washington Hilton, Washington DC, AS. Seorang pria bersenjata menyerbu pos pemeriksaan Secret Service di tengah acara yang dihadiri oleh Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara AS Melania Trump.

Saat acara ramah tamah, Melania terlihat panik mendengar suara ledakan dari senjata api. Ia langsung sembunyi di bawah meja bersama suaminya sebelum dievakuasi oleh agen Secret Service. Trump bahkan sempat tersandung dan terjatuh ketika dievakuasi oleh Secret Service.

Ratusan tamu yang hadir dengan panik sembunyi di bawah kolong meja. Insiden ini terjadi sekitar pukul 20.36 waktu setempat. Saat itu, seorang tersangka tunggal yang bersenjata senapan, pistol, dan beberapa pisau menyerbu area lobi hotel dan mencoba menerobos pos pemeriksaan Secret Service. Namun pelaku segera dicegat oleh agen Secret Service, dan terjadi baku tembak.

Para pejabat mengatakan tersangka dengan cepat berhasil dilumpuhkan dan dibawa ke tahanan. Ia dibawa ke rumah sakit setempat untuk pemeriksaan dan tidak terkena tembakan. Seorang petugas Secret Service tertembak saat mengenakan perlengkapan pelindung selama baku tembak tersebut, tetapi selamat berkat rompi anti peluru yang dikenakannya.

Pernyataan Donald Trump Pasca-Insiden

Usai insiden penembakan, Donald Trump membuat pernyataan. Trump menjelaskan bahwa anak buahnya dari Secret Service sempat di tempat dari jarak dekat. Namun untungnya ada rompi antipeluru yang melindungi agen tersebut.

“Dia ditembak dari jarak sangat dekat dengan senjata yang sangat kuat, dan rompi anti peluru itu berhasil melindunginya,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Konferensi Pers Gedung Putih.

Trump menambahkan bahwa kondisi agen Secret Service tersebut dalam kondisi baik. Ia juga memuji keberanian agen tersebut dalam melindunginya.

“Saya baru saja berbicara dengan petugas itu, dia dalam kondisi baik, semangatnya sangat tinggi.”