
Kondisi Belawan yang Mengkhawatirkan
Belawan, sebuah kawasan yang dikenal sebagai pusat perdagangan dan perindustrian, kini dihadapkan pada berbagai masalah sosial yang semakin mengkhawatirkan. Tawuran antar kelompok remaja, maraknya peredaran narkoba, judi, pelacuran, minuman keras, serta maksiat lainnya menjadi isu yang sering kali terabaikan. Hal ini membuat Ustadz Sayyid Teuku Muhammad Nabawi, seorang tokoh agama yang vokal dan dikenal memiliki pengaruh besar di wilayah Belawan, angkat bicara dengan nada tegas namun penuh keprihatinan.
Saya tidak bisa diam. Ini bukan lagi sekadar pelanggaran hukum, ini sudah darurat moral. Anak-anak kita sekarang tidak takut lagi berbuat dosa, tidak hormat sama orang tua, tidak takut hukum, apalagi malu dan takut sama Allah Azza Wa Jalla, ujarnya dengan penuh kepedihan. Sebagai seorang pendakwah yang aktif di Belawan dan Pulau Jawa khususnya di seluruh wilayah Jakarta, ia merasa bahwa kondisi saat ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
Penyebab Munculnya Masalah Sosial
Menurut Ustadz Nabawi, maraknya tawuran dan narkoba tidak terlepas dari beberapa faktor utama. Pertama, lemahnya kontrol sosial yang dilakukan oleh masyarakat. Kedua, longgarnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka. Ketiga, minimnya keteladanan dari pemimpin masyarakat dan aparat setempat. Ia menegaskan bahwa semua pihak harus bertanggung jawab atas kondisi yang terjadi.
Kalau pemuda sudah sibuk tawuran dan isap sabu, lalu siapa yang akan jaga negeri ini besok? Kita jangan hanya sibuk cari kambing hitam. Semua punya andil. Orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat, sampai pejabat pemerintahan, katanya lagi.
Peran Aparat dan Solusi yang Diharapkan
Ustadz Nabawi juga meminta agar aparat kepolisian, khususnya Polres Pelabuhan Belawan, bertindak lebih tegas dan jangan hanya datang lalu melerai saja. Menurutnya, polisi harus benar-benar memberikan efek jera, terutama jika ribut besar sudah pecah. Ia menyarankan adanya patroli rutin, pendekatan preventif ke sekolah dan masjid, serta pemberdayaan remaja melalui kegiatan positif.
Kita jangan cuma jadi pemadam kebakaran. Harus hadir sebelum api membesar. Bina anak-anak muda kita. Kalau bisa, dudukkan mereka dalam majelis ilmu. Mereka yang suka tawuran harus segera disadarkan akalnya, serunya dengan penuh semangat.
Kolaborasi untuk Membangun Masa Depan
Sebagai penutup, Ustadz Nabawi menyerukan kolaborasi nyata antara ulama, umara (pemerintah), dan ummat. Ia menekankan bahwa semua pihak wajib turun tangan untuk mengatasi masalah ini. Jangan tunggu anak kita sendiri yang jadi korban baru menjerit. Mari kita bangkitkan Belawan sebagai daerah yang berkah, bukan sarang tawuran dan narkoba, judi, pelacuran, minuman keras dan maksiat lainnya, ujarnya dengan penuh semangat.