Restorasi Mobil: Biaya Tinggi untuk Kembali ke Standar

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 16x dilihat
Restorasi Mobil: Biaya Tinggi untuk Kembali ke Standar

Biaya Restorasi Interior Mobil Klasik yang Tidak Bisa Dianggap Remeh

Restorasi interior mobil klasik bukanlah hal yang mudah. Selain membutuhkan keahlian khusus, biaya yang dikeluarkan juga bisa sangat besar, terutama jika ingin mengembalikan tampilan mobil ke kondisi asli saat keluar dari pabrik.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Salah satu faktor utama yang membuat biaya restorasi tinggi adalah ketersediaan bahan-bahan original, seperti kain jok atau fabric. Bahan-bahan ini tidak hanya langka, tetapi juga mahal. Dalam beberapa kasus, harga material fabric bahkan bisa lebih tinggi dibandingkan kulit asli atau kulit sintetis.

Stefaan Ardino, pemilik Java Seat, workshop spesialis interior mobil fabric di Bekasi, Jawa Barat, menceritakan pengalamannya dalam menangani bahan jok untuk mobil BMW lawas, seperti seri E30.

“Bahan tersebut masih ada yang dijual di Belanda. E30 original masih ada di Belanda,” ujar Stefaan kepada aiotrade.app, di Bekasi, Jawa Barat, pekan lalu.

Menurutnya, harga bahan tersebut cukup mahal. “Sekali beli minimal 500 euro (setara Rp 9,5 juta). Pokoknya minimal 500 euro baru mau dikirim ke Indonesia. Kurang lebih kemarin itu 500 euro dapat sekitar 4 meter,” katanya.

Namun, biaya tersebut belum termasuk ongkos kirim, pajak, dan biaya lain yang tak terduga. “Tapi itu baru bahan, belum termasuk ongkos kirim. Belum, belum termasuk pungli juga. Biasanya kalau orang mau ambil bahan kayak gini, harga bisa dikali tiga (jadi setara Rp 28 jutaan),” ujarnya.

“Itu baru bahan, belum saya bikin, belum di-trim, belum dipasang. Kalau memang budget-nya unlimited, ya bisa sampai Rp 50 juta. Iya, karena tadi lihat sendiri, Rp 28 juta aja baru untuk bahan,” lanjutnya.

Bagi para penggemar mobil BMW klasik, terutama E30 atau E36, bahan fabric menjadi elemen penting untuk menjaga orisinalitas interior.

“Biasanya para enthusiast E30 atau E36 suka begitu. Tanya, ‘Mas, gue pengen kain Mtech, M-Rain’. Itu versi kayak Mugen-nya Honda, tapi untuk BMW,” ujar Stefaan.

“Saya bilang, ‘Om, di Indo ada yang jual. Tapi per meter setengah juta, baru bahan. Mau nggak?’ Kalau siap, ya tinggal siapkan empat meter, itu sudah Rp 10 juta,” katanya.

Menurut Stefaan, beberapa pemilik mobil yang benar-benar niat bahkan memilih membeli langsung bahan dari luar negeri.

“Ya udah, saya kasih kontaknya, biar beli langsung. Biasanya kalau memang niat, mereka akhirnya beli sendiri, baru sisa material lainnya dikerjakan di sini,” katanya.

Namun tak sedikit juga yang masih berpikir sederhana soal biaya restorasi interior.

“Cuma memang kadang orang masih mikirnya jadul. Gue bangun E30, mobilnya aja paling Rp 25 juta. Tapi interiornya berapa,” ucap Stefaan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan