Restrukturisasi Utang: Whoosh dan Danantara Fokus pada Infrastruktur Pemerintah

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 13x dilihat
Restrukturisasi Utang: Whoosh dan Danantara Fokus pada Infrastruktur Pemerintah

aiotrade.CO.ID – JAKARTA.
Pembagian tanggung jawab yang lebih jelas antara Danantara dan pemerintah dalam restrukturisasi utang Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh kini memasuki tahap baru. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memastikan keberlanjutan operasional proyek tersebut serta mengurangi beban finansial yang dihadapi.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menyampaikan bahwa skema pembagian tanggung jawab ini merupakan solusi terbaik yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Danantara akan fokus pada aspek operasional dari layanan Whoosh, sementara pemerintah akan menangani segala hal yang berkaitan dengan infrastruktur proyek tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Yang porsinya Danantara akan dilakukan oleh Danantara terutama sekali berkaitan operasional Whoosh. Dan juga ada porsinya pemerintah yang berkaitan dengan infrastruktur," ujarnya saat berada di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Dony menegaskan bahwa tugas utama Danantara saat ini adalah memastikan operasional Whoosh berjalan optimal dan memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat secara berkelanjutan. Pihaknya bertanggung jawab sepenuhnya untuk mengoptimalkan layanan harian dan meningkatkan jumlah penumpang agar potensi kerugian dapat diminimalkan.

"Kami bertanggung jawab secara operasional kepada Whoosh, bagaimana Whoosh lebih optimal lagi memberikan layanan yang lebih baik lagi dan tentu saja mudah-mudahan ke depannya membawa penumpang lebih banyak lagi," harap Dony.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perhatian khusus terhadap masalah pembayaran utang Whoosh. Di mana, dirinya dan pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab untuk membayar utang jumbo tersebut.

Selain itu, Prabowo juga menyatakan bahwa tidak ada kendala dalam pembayaran utang Whoosh. Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan pembayaran sebesar Rp 1,2 triliun per tahun.

"Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar mungkin Rp 1,2 triliun per tahun," kata Prabowo di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Prabowo juga sempat menyampaikan bahwa pemerintah akan menggunakan dana negara hasil pengembalian dari para koruptor untuk membayar utang Whoosh. Ia menekankan bahwa uang tersebut akan digunakan untuk kepentingan rakyat.

"Duitnya ada. Duit yang tadinya dikorupsi (setelah diambil negara) saya hemat. Enggak saya kasih kesempatan. Jadi, saudara saya minta bantu saya semua. Jangan kasih kesempatan koruptor-koruptor itu merajalela. Uang nanti banyak untuk kita. Untuk rakyat semua,” ujar Prabowo.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan