RI Akan Miliki 15 Bendungan Baru di Masa Prabowo, Anggaran Rp 47,84 T

admin.aiotrade 26 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
RI Akan Miliki 15 Bendungan Baru di Masa Prabowo, Anggaran Rp 47,84 T


Indonesia akan memiliki 15 bendungan baru dalam era kepresidenan Prabowo Subianto. Pembangunan ini bertujuan untuk mendukung swasembada pangan, khususnya dari segi irigasi. Diperlukan anggaran sebesar Rp 47,84 triliun untuk membangun 15 bendungan tersebut.

Sebelumnya, rencana pembangunan 15 bendungan tersebut direncanakan berlangsung dari tahun 2025 hingga 2029. Bendungan-bendungan ini tersebar di beberapa wilayah Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Menteri PUPR Dody Hanggodo, kehadiran 15 bendungan ini akan meningkatkan potensi layanan irigasi dari 184.515 hektare menjadi 263.055 hektare. Selain itu, luas tanam juga akan bertambah dari 277.775 hektare menjadi 483.163 hektare.

“Pembangunan bendungan harus disertai dengan pembangunan saluran konektivitas dan jaringan irigasi. Dengan pasokan air yang berkelanjutan, produktivitas pertanian dapat meningkat, dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Minggu (26/10).


Berikut adalah daftar 15 bendungan yang akan rampung sebelum 2029:
Bendungan Tiga Dihaji (Sumatera Selatan)
Bendungan Cibeet dan Cijurey (Jawa Barat)
Bendungan Bener (Jawa Tengah)
Bendungan Karangnongko, Jragung, dan Cabean (Jawa Tengah)
Bendungan Bagong (Jawa Timur)
Bendungan Manikin dan Mbay (NTT)
Bendungan Jenelata (Sulawesi Selatan)
Bendungan Way Apu (Maluku)
Bendungan Budong-Budong (Sulawesi Barat)
Bendungan Riam Kiwa (Kalimantan Selatan)
* Bendungan Bulango Ulu (Gorontalo)

Selain itu, keberadaan 15 bendungan baru ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen dari 1,4 juta ton menjadi 2,34 juta ton per tahun. Indeks pertanaman (IP) juga diproyeksikan meningkat dari 150 persen menjadi 262 persen. Dengan peningkatan ini, petani bisa menanam dua hingga tiga kali dalam setahun.


Untuk mempercepat pembangunan 15 bendungan tersebut, Kementerian PUPR saat ini sedang fokus pada progres konstruksi. Per 7 Oktober 2025, 10 dari 15 bendungan telah mencapai progres konstruksi di atas 60 persen. Capaian progres terbesar dicapai oleh Bendungan Way Apu di Maluku dengan progres sebesar 94,59 persen.

Bendungan Way Apu memiliki kapasitas tampungan sebesar 50,05 juta meter kubik dan luas area sekitar 273,79 hektare. Potensi irigasi yang bisa dimanfaatkan mencapai 10.562 hektare.

Saat ini, Kementerian PUPR sedang memfokuskan diri untuk menghubungkan bendungan sebagai sumber air dengan sistem irigasi melalui sistem primer, sekunder, hingga tersier.

Terdapat dua daerah irigasi yang membutuhkan pembangunan saluran konektivitas dari stopkontak, yaitu DI Budong-Budong di Sulawesi Barat dan DI Way Apu di Maluku. Total panjang jaringan saluran yang dibutuhkan mencapai 12,64 km untuk mengairi lahan seluas 400 hektare.

Saat ini, sudah ada tiga daerah irigasi yang terkoneksi namun masih membutuhkan pembangunan lanjutan. Daerah irigasi tersebut adalah DI Bulango Ulu di Gorontalo, DI Jragung Kompleks di Jawa Tengah, dan DI Komering di Sumatra Selatan. Total panjang saluran yang dibutuhkan mencapai 90,67 km untuk melayani irigasi lahan seluas 35.339 hektare.

Selain itu, 15 daerah irigasi lainnya masih membutuhkan perbaikan jaringan sepanjang 210,32 km untuk melayani irigasi lahan seluas 15.292 hektare.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan