RI Ingin Tiru Jepang, Tolak Sampah Asing di Bandara

admin.aiotrade 24 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
RI Ingin Tiru Jepang, Tolak Sampah Asing di Bandara


aiotrade,
JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang menggalakkan penerapan larangan masuknya sampah dari penerbangan internasional di seluruh bandara Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan transportasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Sokhib Al Rohman menjelaskan bahwa praktik ini telah diterapkan di Jepang. Ia menyampaikan hal tersebut dalam sebuah Media Briefing.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Jika Bapak-Ibu pergi ke Jepang, semua penerbangan internasional di Jepang, setelah pesawat dibersihkan oleh petugas kebersihan di bandara Jepang, sampahnya akan dibungkus plastik dan dikembalikan ke negara asal,” ujarnya.

Sebagai contoh, jika ada penerbangan dari Indonesia ke Jepang, seluruh sampah yang terkumpul akan dibungkus dan dimasukkan ke dalam kargo pesawat untuk dikirim kembali ke Indonesia. Menurut Sokhib, bandara-bandara di Indonesia seharusnya mencontoh hal ini dengan tidak lagi menerima sampah internasional. Dengan demikian, jumlah sampah di bandara dapat diminimalkan.

“Tidak boleh membuang sampah internasional di bandara Jepang. Mungkin kita bisa meniru cara itu,” tambahnya.

Sokhib juga menyampaikan bahwa masalah sampah maupun limbah di bandara membutuhkan energi dan biaya yang cukup besar. Rata-rata, jumlah orang yang berada di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 85.000 per hari. Jika setiap orang membuang sampah seberat 100 gram setiap harinya, maka terdapat 8,5 ton sampah setiap hari, belum termasuk air limbah atau B3.

“Kita juga harus melakukan sanitasi air yang luar biasa di bandara agar tidak terjadi pencemaran lingkungan. Ini kurang lebih sama, termasuk dalam proses pemusnahan dan pembuangannya seperti apa,” jelas Sokhib.

Saat ini, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan sampah. Salah satu kebijakan utama yang sedang digulirkan adalah waste to energy, yang menjadi pondasi penting dalam upaya Indonesia menuju sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Dengan penerapan teknologi ramah lingkungan, timbulan sampah dapat dikurangi secara signifikan, sementara energi yang dihasilkan berkontribusi pada bauran energi bersih nasional. Dengan demikian, hanya residu yang akan berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Prabowo bahkan telah merilis Peraturan Presiden (Perpres) No.109/2025 tentang Waste to Energy, yang menjadi payung hukum baru pengelolaan sampah berbasis energi di Indonesia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan