RI Kembali Lakukan Lobi, Beri Tarif 0% ke Thailand, Malaysia, dan Kamboja

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
RI Kembali Lakukan Lobi, Beri Tarif 0% ke Thailand, Malaysia, dan Kamboja


aiotrade, JAKARTA — Pemerintah Indonesia akan kembali melakukan negosiasi terkait pengenaan tarif impor dengan Amerika Serikat (AS). Keputusan ini diambil setelah beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, dan Kamboja berhasil mendapatkan tarif 0% untuk sejumlah komoditas tertentu.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa negosiasi tahap berikutnya antara Indonesia dan AS telah dijadwalkan dalam waktu dekat. Namun, jadwal pastinya belum ditentukan karena pihak AS memiliki agenda yang padat dan harus mengatur perundingan dengan banyak negara lain.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Rencananya sih waktu itu minggu depan [negosiasi], tapi tadi saya kebetulan dilapor cuman belum dikasih tanggalnya. Maksudnya negosiasinya nggak tiap hari kan, karena mereka terjadwal. Mungkin dengan banyak negara ya,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Budi menjelaskan bahwa delegasi Indonesia yang kemungkinan besar akan berangkat ke AS adalah tim negosiator di bawah Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian. Tim tersebut akan melanjutkan negosiasi dengan pihak AS.

“Kemungkinan yang untuk berikutnya nanti kita ke sana [AS] deh, kalau nggak salah. Saya nggak ikut, nanti tim negosiator [ke AS],” tambahnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan bahwa seluruh aspek legal drafting sedang berjalan secara cermat untuk memastikan bahwa seluruh klausul kesepakatan sesuai dengan regulasi nasional, komitmen internasional, dan dapat diimplementasikan dengan baik.

Adapun sebagai langkah lanjutan terkait kebijakan tarif tersebut, pemerintah Indonesia akan melanjutkan proses negosiasi setelah penyelenggaraan KTT APEC pada akhir November 2025.

“Pemerintah berkomitmen agar setiap kesepakatan ekonomi yang ditandatangani membawa manfaat langsung bagi masyarakat, memperkuat struktur industri nasional, dan menjaga posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang mandiri dan netral di tengah dinamika geopolitik global,” ujar Haryo, dikutip Selasa (4/11/2025).

Menurut Haryo, pemerintah AS akan memberikan relaksasi terhadap barang atau komoditas yang tidak diproduksi oleh negeri Paman Sam tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa komoditas seperti kelapa sawit, kakao, dan karet bisa mendapatkan tarif sebesar 0%. Selain itu, pemerintah meminta perlakuan khusus bagi komoditas tertentu yang menjadi bagian dari rantai pasok industri kesehatan, serta pembahasan nontarif.

Beberapa hal penting yang akan dibahas dalam negosiasi ini antara lain:

  • Penyesuaian tarif impor untuk komoditas unggulan Indonesia seperti kelapa sawit, kakao, dan karet.
  • Perlakuan khusus untuk komoditas yang terkait dengan rantai pasok industri kesehatan.
  • Pembahasan mengenai mekanisme nontarif yang dapat mendukung perdagangan bilateral.
  • Pemenuhan regulasi nasional dan komitmen internasional dalam kesepakatan yang akan ditandatangani.

Negosiasi ini menjadi langkah penting bagi Indonesia dalam menjaga hubungan ekonomi dengan AS, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global. Dengan adanya tarif yang lebih rendah, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas peluang ekspor.

Pemerintah Indonesia tetap optimis bahwa negosiasi akan berjalan lancar dan memberikan hasil yang saling menguntungkan. Dalam waktu dekat, tim negosiator akan segera bertolak ke AS untuk melanjutkan pembicaraan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan