Ribu Dapur MBG di Wilayah Terpencil

admin.aiotrade 14 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
Ribu Dapur MBG di Wilayah Terpencil


Jakarta — Sebanyak 8.286 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dibangun di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Targetnya, seluruh unit tersebut selesai dibangun pada Januari 2026.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan satuan tugas di tingkat pemerintah daerah I dan II dalam mempercepat pembangunan SPPG terpencil ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Kami telah melakukan pendataan dan menemukan bahwa di Sumatra akan ada 1.945 SPPG terpencil; di Jawa, data sementara menunjukkan ada 235 [unit]; di Kalimantan ada 1.783, Sulawesi 969 SPPG terpencil; Bali dan Nusa Tenggara masing-masing memiliki 1.265; sedangkan Papua akan memiliki total 2.043,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR, Jakarta, Rabu (12/11).

Dari total 8.286 SPPG yang akan dibangun di daerah 3T, sebanyak 8.218 sudah terverifikasi dan memiliki investor. Sementara itu, 68 lainnya masih dalam proses verifikasi.

Beberapa Perkembangan Terkini Program MBG

Program MBG juga menghadapi beberapa isu yang muncul, seperti lonjakan harga telur dan daging ayam. Selain itu, BGN menyebutkan bahwa 48 persen dari total keracunan pangan nasional disebabkan oleh program ini.

Pencapaian Program MBG

Berdasarkan data yang tersedia, saat ini jumlah SPPG yang beroperasi mencapai 14.773 unit. Sementara itu, SPPG yang sudah terverifikasi sebanyak 14.189 unit, dengan kuota sisa sebanyak 1.038 unit.

Dengan angka-angka tersebut, Dadan menyebutkan bahwa program MBG telah menjangkau 100% provinsi; 99,1% kabupaten/kota di seluruh Indonesia (509 dari total 514); serta 99,1% kecamatan (7.022 dari total 7.285).

Selain itu, melalui penyediaan total 1,8 miliar porsi makan, program MBG telah melayani 41,6 juta orang, atau lebih dari 50% dari total target 82,9 juta warga.

Kriteria Daerah untuk Pembangunan SPPG Terpencil

Dadan menjelaskan bahwa daerah yang menjadi lokasi pengembangan SPPG terpencil memiliki ciri khas, seperti akses yang jauh dari daerah lain.

“Pokoknya seluruh warga negara Indonesia yang sulit dicapai oleh daerah lainnya lebih dari 30 menit, kami akan (dirikan) Pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Terpencil,” kata Dadan.

Selain itu, tolok ukur pendirian SPPG adalah keberadaan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.

“Di situ ada anak sekolah, tidak ada anak sekolah, selama ada ibu hamil, ibu sudah anak balita, kita akan dirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Wilayah Terpencil,” jelasnya.

Kapasitas Penyediaan SPPG

Pihaknya juga menyesuaikan kapasitas penyediaan porsi makanan SPPG sesuai kebutuhan daerah. SPPG ini berkapasitas di bawah 1.000, atau rata-rata melayani 300 warga.

“Kita akan operasikan sama seperti daerah aglomerasi. Jadi total yg dilayani daerah terpencil dengan 8.286 [SPPG] ini kurang lebih antara 2,5 sampai 3 juta penerima manfaat,” kata Dadan.

Desain dan Lokasi SPPG

Dapur MBG ini juga akan didirikan dengan ukuran 10x15 meter. Soal lokasi dan calon investornya, BGN menyerahkan itu kepada pemerintah daerah.

“Karena bangunan ini beda dengan daerah aglomerasi yang kita berikan insentif harian. Kalau SPPG daerah terpencil ini SPPG dibangun, begitu selesai langsung kita sewa in advance 4 tahun,” kata Dadan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan