
MENTERI Koordinator Pangan Zulkifli Hasan melaporkan sebanyak 30 ribu hektare tambak di Aceh mengalami kerusakan akibat banjir Sumatera. “Tidak hanya di Pidie Jaya, yang dilaporkan seluruh Aceh ada sekitar 30 ribu hektare,” kata Zulkifli, dalam keterangan tertulis, Jumat, 9 Januari 2026.
Pernyataan itu disampaikan Zulkifli saat meninjau lokasi budidaya perikanan yang terdampak banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Kamis, 8 Januari 2025. Zulkifli menyatakan tingkat kerusakan tambak bervariasi, mulai dari ringan hingga sangat berat. Walhasil, lebih dari 30 ribu pembudidaya mengalami kerugian.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan rincian Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, tambak yang mengalami kerusakan imbas banjir terjadi di 16 kabupaten/kota di Aceh. Trenggono mengatakan, berdasarkan hasil identifikasi, sekitar 300 hektare tambak mengalami kerusakan sangat berat. “Sisanya didominasi kerusakan ringan hingga berat,” kata dia.
Berdasarkan laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan, terdapat tambak udang kini rata dengan tanah karena tergenang lumpur yang terbawa arus banjir. Menurut Trenggono, Kabupaten Aceh Utara menjadi yang paling terdampak. Ada lebih dari 10 ribu hektare tambak yang rusak di sana. Kemudian disusul Kabupaten Bireun seluas 4,9 ribu hektare, dan Aceh Tamiang yakni 3,4 ribu hektare.
Trenggono mengatakan tambak yang rusak berada di wilayah daratan dan juga pesisir dengan komoditas perikanan yang beragam seperti udang, bandeng, kakap, kerapu, lele, nila, mas, hingga patin.