
aiotrade, JAKARTA – Ribuan pengemudi ojek online yang tergabung dalam komunitas URC Bergerak menggelar aksi damai di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada Jumat (7/11). Aksi ini menjadi wujud kepedulian dan perjuangan para pengemudi ojol untuk menegaskan hak-hak mereka dalam regulasi transportasi daring.
Dalam orasinya, perwakilan URC menekankan pentingnya partisipasi langsung Mitra Pengemudi dalam pembahasan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur ekosistem transportasi online. Mereka menolak jika aturan disusun secara sepihak tanpa ruang dialog yang adil. Hal ini dinilai akan merugikan para pengemudi yang selama ini bekerja dengan fleksibilitas tinggi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, URC Bergerak menyampaikan keberatan terhadap rencana pemotongan komisi sebesar 10 persen. Mereka mengkhawatirkan bahwa hal ini akan menurunkan penghasilan mitra secara signifikan. Selain itu, mereka juga menolak rencana pengaturan status kerja yang mengubah posisi mitra menjadi pekerja tetap. Menurut mereka, hal ini akan menghapus fleksibilitas kerja yang selama ini menjadi ciri khas profesi ojol.
Perwakilan URC, Ahmad Bakrie menjelaskan bahwa aksi ini bukan bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah, melainkan upaya untuk memastikan regulasi yang akan diterbitkan tetap adil dan berpihak pada semua pihak. Ia menegaskan bahwa Perpres yang akan diterbitkan harus memiliki keadilan bagi semua pihak, termasuk para pengemudi ojol.
Empat Tuntutan Utama Pengemudi Ojek Online:
- Menolak komisi 10 persen.
- Menolak status karyawan tetap atau pekerja.
- Mendorong agar diskusi dilakukan dengan perwakilan mitra yang benar-benar mewakili kepentingan pengemudi di lapangan.
- Menuntut hadirnya payung hukum yang adil dan berpihak pada semua pihak.
Dalam aksi yang dihadiri sekitar 2.000–3.000 pengemudi dari berbagai wilayah Jabodetabek itu, perwakilan URC diterima langsung oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro. Dalam pertemuan tersebut, pihak istana menyatakan akan meninjau kembali isi rancangan Perpres dan melibatkan perwakilan komunitas ojol dalam pembahasan selanjutnya.
Selain itu, Perwakilan URC, Khasanah, menyampaikan bahwa pemerintah memberikan respon positif atas aspirasi mereka. Ia mengatakan bahwa mereka sudah diterima oleh perwakilan Presiden, yaitu Wamensesneg Juri Ardiantoro. Semua isu yang dibahas termasuk tentang ladies ojol mendapatkan apresiasi yang tinggi dari pihak istana.
Khasanah menambahkan bahwa surat tuntutan dari URC sudah diterima pihak istana dan akan disampaikan langsung kepada Presiden. Pemerintah juga berjanji melibatkan perwakilan komunitas ojol dalam proses pembahasan Perpres selanjutnya agar hasilnya benar-benar berkeadilan.
URC berharap agar Presiden Prabowo Subianto dan jajaran kementerian terkait benar-benar mendengar aspirasi pengemudi ojol asli. Mereka menekankan pentingnya musyawarah dan keterlibatan semua unsur agar Perpres Ojol yang dihasilkan mencerminkan keadilan sosial dan keberlanjutan ekosistem transportasi daring di Indonesia.
Aksi ini juga menjadi bentuk solidaritas bagi seluruh pengemudi ojol, termasuk mereka yang tidak dapat hadir di lapangan. Para peserta juga mengheningkan cipta dan berdoa bagi para pejuang ojol yang telah berpulang, di antaranya almarhum Affan Kurniawan dan Rusdamdiansyah, sebagai simbol perjuangan panjang komunitas selama satu dekade.