Ribuan Santri Semarang Siap Lindungi Kiai dan Pesantren

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 32x dilihat
Ribuan Santri Semarang Siap Lindungi Kiai dan Pesantren
Ribuan Santri Semarang Siap Lindungi Kiai dan Pesantren

Puncak Hari Santri di Simpanglima

Puncak perayaan Hari Santri Nasional 2025 di Kota Semarang berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Ribuan santri dan masyarakat hadir di Lapangan Pancasila, Simpanglima, untuk mengikuti Pengajian Akbar dan NU Bershalawat yang menjadi acara utama dalam rangkaian peringatan Hari Santri.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail, Ketua PCNU Dr KH Anasom M,Hum, serta para pejabat lainnya. Mereka menjadi saksi dari ikrar para santri yang menyatakan siap menjaga kewibawaan kiai dan pondok pesantren jika ada pihak-pihak yang mencoba merongrong lembaga tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Semangat Santri untuk Menjaga Kewibawaan Kiai

Dalam ceramahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Pelajar Islam (API) Tegalrejo Kabupaten Magelang KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) membangkitkan semangat para santri dan kiai untuk tetap istikamah dalam menyampaikan ilmu, akhlak, adab, dan budi pekerti di lingkungan pesantren.

Ia menanyakan kepada para santri apakah mereka siap mengawal kiai dan pondok pesantren, dan jawaban serentak dari ribuan santri adalah "Siap!".

Gus Yusuf juga mengungkapkan keherannya terhadap doa yang dipanjatkan Kiai Semarang hingga hujan bisa berhenti saat acara berlangsung. Ia menyebutkan bahwa selama perjalanan dari Tegalrejo Magelang, hujan deras mengguyur, namun ketika sampai di Lapangan Pancasila, cuaca menjadi terang benderang tanpa hujan.

Hiburan dan Tausiah yang Menarik

Bintang tamu H Sakirun atau pelawak Kirun Srimulat juga turut memeriahkan acara. Meskipun biasanya melawak, malam itu ia menyampaikan tausiah dengan bahasa lucu dan menarik, yang disambut antusias oleh massa hadirin.

Di akhir pengajian, para peserta diajak bersenandung shalawat bersama Gus Huda Santri Ndalan Semarang. Dengan iringan Hadrah "Shautul Mahbub" dan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, massa tidak beranjak hingga pukul 00.00 saat pengajian berakhir.

Momentum Spiritual dan Kebangsaan

Ribuan santri dan masyarakat tumpah ruah di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang, dalam puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang.

Acara ini menjadi momentum spiritual dan kebangsaan yang mengangkat tema besar Santri Indonesia Sehat dan Beradab, Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia. Ketua PCNU Kota Semarang, Dr KH Anasom Mhum dan Katib Syuriyah Dr KH Inamuzzahidin memimpin istighasah ijazah dari Hadratus Syaih KH Hasyim Asyari termasuk membaca Surah Yasin, Al-Waqiah, dan Al-Mulk.

Peran Santri dalam Sejarah Perjuangan Bangsa

Anasom dalam pidatonya menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat akan kontribusi besar para santri dalam sejarah perjuangan bangsa. Ia menekankan bahwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 adalah bukti nyata bahwa santri berada di garda depan mempertahankan kemerdekaan.

Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof Dr Abu Rahmat meresmikan Semarang sebagai Kota Wakaf. Dalam pidatonya, ia mengingatkan pentingnya optimalisasi zakat dan wakaf sebagai pilar ekonomi umat. Ia meluncurkan program Kota Wakaf dan menyerahkan secara simbolis wakaf produktif kepada nadzir.

Komitmen Pemkot Semarang dalam Mendukung Pesantren

Wakil Wali Kota Semarang, H. Izwar Aminuddin menegaskan komitmen Pemkot Semarang dalam mendukung pesantren melalui penguatan regulasi. Ia menyatakan bahwa Perda Pesantren sedang didorong bersama DPRD agar santri mendapat pengakuan setara dengan pendidikan formal.

KH Yusuf Chudlori dalam ceramahnya mengingatkan bahwa pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang telah melahirkan pejuang-pejuang bangsa jauh sebelum NKRI berdiri. Ia menekankan bahwa Fatwa jihad KH Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945 adalah tonggak sejarah yang tak boleh dilupakan.

Pengajian ditutup dengan doa oleh Drs KH Ahmad Hadlor Ihsan pengasuh Pondok Pesantren Al-Islah Mangkang Kulon Semarang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan