
Wali Kota Medan Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Plastik
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak seluruh masyarakat Kota Medan untuk kembali memperkuat kampanye pengurangan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan upaya menjaga bumi agar tetap sehat.
Pesan ini disampaikan oleh Rico Waas dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Kota Medan tahun 2025 yang digelar di ruang rapat III, Kantor Wali Kota Medan, Selasa (16/12). Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat tentang dampak negatif dari penggunaan plastik yang berlebihan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kita harus kembali mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik. Kita juga perlu menyosialisasikan bagaimana menggunakan barang-barang yang bisa didaur ulang. Hal ini harus kita mulai kembali digalakkan, karena kadang-kadang kita sendiri sering kali lupa dan terlalu mudah memakai plastik," ujar Rico Waas.
Menurutnya, dalam kehidupan modern, plastik menjadi salah satu bahan yang sangat dibutuhkan karena efisien dan murah. Namun, ketika plastik tersebut menjadi sampah dan tidak dapat didaur ulang, maka akan menimbulkan masalah besar bagi lingkungan.
"Kita harus benar-benar khawatir tentang kondisi persampahan, khususnya sampah plastik. Artinya kita harus sadar bahwa bumi kita membutuhkan perhatian kita, bahkan berteriak untuk mendapatkan perawatan kembali. Untuk bisa menghijaukan bumi kita kembali, kita perlu merecycle sampah-sampah tersebut," jelas Rico Waas.
Ia menegaskan bahwa saat ini kondisi sampah, khususnya sampah plastik, sudah mencapai tingkat genting. Meskipun plastik memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari, penggunaannya yang berlebihan menjadi masalah utama.
"Bukan berarti kita melarang penggunaan plastik secara langsung, karena masih banyak kebutuhan teknis yang memerlukan plastik. Tapi ketika penggunaan plastik menjadi overload atau berlebihan, itu yang menjadi masalah. Kita harus lebih sadar bahwa penggunaan plastik berlebihan tidak baik," ujarnya.
Oleh karena itu, Rico Waas mengajak semua pihak untuk merenungkan momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup ini sebagai kesempatan untuk bersama-sama mengkampanyekan pengurangan plastik. Ia berharap masyarakat, sekolah, maupun instansi pemerintah dapat bergerak bersama untuk membawa Kota Medan menjadi lebih baik.
"Di daerah ibukota penggunaan plastik sudah mulai berkurang. Harusnya Kota Medan, sebagai kota metropolitan dengan penduduk yang padat, juga seharusnya lebih waspada dan melakukan hal yang sama," tambah Rico Waas.
Untuk mengurangi sampah plastik di Kota Medan, Rico Waas meminta setiap wilayah, termasuk kecamatan dan kelurahan, segera memiliki bank sampah plastik. Setiap kewilayahan diminta membuat ide-ide inovatif untuk mengumpulkan sampah plastik di wilayahnya masing-masing.
"Jajaran kecamatan saya minta untuk merawat wilayah masing-masing seperti rumah sendiri. Pastikan wilayahnya asri dan bersih dari sampah, mulai dari persimpangan jalan, trotoar hingga di dalam gang," tegas Rico Waas.
Dalam acara tersebut, Rico Waas didampingi Sekda Wiriya Alrahman, pimpinan perangkat daerah, dan penggiat lingkungan, menyerahkan hadiah kepada para pemenang perlombaan yang digelar dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat Kota Medan.
Untuk lomba pengelolaan sampah di kecamatan, juara pertama diraih Kecamatan Medan Deli, juara kedua diraih Kecamatan Medan Tuntungan, sedangkan Kecamatan Medan Marelan meraih juara ketiga. Kecamatan Medan Maimun mendapatkan juara harapan I. Sementara untuk lomba pengelolaan sampah di pasar, juara pertama diraih Pasar Titi Kuning, juara kedua Pasar Sentosa Baru, dan juara ketiga diraih Pusat Pasar. Juara harapan I diraih oleh Pasar Sei Sikambing.
Hadiah juga diserahkan kepada pemenang lomba lainnya, seperti lomba pengelolaan bank sampah, lomba karya tulis dengan tema Hari Lingkungan Hidup, lomba fashion show pakaian dari daur ulang sampah, serta lomba produk sampah daur ulang.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup dan Fakultas Teknik USU tentang Penguatan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pengoperasian Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien (SPKUA).
Selain itu, acara juga diisi dengan pemberian penghargaan Adiwiyata untuk Sekolah SD dan SMP, serta penghargaan kepada pelaku usaha yang taat dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup ini diakhiri dengan penyerahan armada kebersihan berupa 1 unit Truk Compactor kapasitas 7 M3 dan 1 unit truk Armroll kapasitas 6 M3 kepada Kecamatan terpilih.