Risiko Gagal Panen Akibat Banjir Sumatra, OJK Dorong Asuransi Segera Proses Klaim

admin.aiotrade 29 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Risiko Gagal Panen Akibat Banjir Sumatra, OJK Dorong Asuransi Segera Proses Klaim

aiotrade
JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau seluruh perusahaan asuransi dan reasuransi untuk segera memproses perhitungan, pemetaan, serta klaim asuransi yang terkait dengan dampak bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatra.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyebutkan bahwa imbauan ini mencakup pertanggungan terhadap potensi gagal panen atau kerusakan puluhan ribu hektare sawah di daerah tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Seluruh perusahaan asuransi dan reasuransi diminta untuk segera melakukan proses perhitungan, pemetaan, serta kemungkinan klaim asuransi, baik itu untuk perlindungan jiwa maupun aset, termasuk juga hal-hal terkait potensi gagal panen atau kerusakan,” ujar Mahendra dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.

Mahendra menegaskan bahwa mekanisme klaim tetap disesuaikan dengan skema dan ketentuan yang berlaku pada masing-masing produk asuransi. Hal ini karena karakteristik risiko dan polis yang berbeda-beda. Namun, ia menekankan bahwa saat-saat seperti ini menjadi momen penting bagi para pemegang polis yang memiliki hak klaim untuk mendapatkan kepastian pemenuhan klaim dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Mahendra menyampaikan bahwa kejadian bencana alam di wilayah Sumatra menjadi peringatan bagi semua pihak untuk meningkatkan pemahaman tentang kebutuhan skema penjaminan dan asuransi terhadap risiko di luar kendali manusia.

Ia juga menyarankan agar perusahaan-perusahaan asuransi dan reasuransi dapat membuat suatu rangka atau skema produk yang sesuai dengan kebutuhan, baik dari pemerintah secara umum, daerah hingga masyarakat.

“Kami berharap hal ini menjadi peringatan bagi kita semua dan pada akhirnya kami mendorong perusahaan asuransi untuk menyiapkan produk yang tepat untuk semua jenis risiko tadi dan juga besarannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mahendra menyampaikan bahwa masih belum optimalnya perlindungan aset-aset pemerintah. Meski sebagian besar aset telah dilindungi asuransi, nilai pertanggungannya dinilai belum sepenuhnya mencerminkan nilai aset yang sebenarnya.

“Misalnya satu aset katakanlah nilainya 100, tapi yang ditanggung oleh perusahaan asuransi hanya seperempatnya, sepertiganya. Nah itu yang kemudian pada akhirnya penggantiannya hanya sebesar itu,” tegasnya.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk segera memulihkan puluhan ribu hektare sawah yang rusak di wilayah Sumatra akibat bencana banjir dan tanah longsor. Selain itu, pemerintah juga mendorong strategi swasembada pangan hingga tingkat kabupaten.

Arahan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo saat memberikan pengarahan kepada Kepala Daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, Selasa (16/12/2025).

Presiden Ke-8 RI itu mengungkapkan bahwa pemerintah menerima laporan kerusakan lahan pertanian yang cukup signifikan di tiga provinsi Sumatra.

“Memang dilaporkan kalau tidak salah ada beberapa puluh ribu sawah yang rusak, 70.000 ya? Semua di tiga provinsi, 70.000 hektare yang rusak,” kata Prabowo.

Menurutnya, pemerintah akan segera mengembalikan fungsi sawah-sawah tersebut. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi dengan membuka lahan pertanian baru dalam skala besar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan