Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan meluncurkan program pengelolaan sampah menjadi energi listrik atau Waste to Energy (WtE) pada awal November 2025. Dari target 33 titik, peluncuran awal ini akan dimulai di 10 kota.
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan, inisiatif ini mendapat sambutan besar dari pelaku industri dalam dan luar negeri. Hingga saat ini, sebanyak 192 perusahaan telah menyatakan minat untuk ikut berpartisipasi dalam proyek tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Dan ini ternyata mengundang minat dari para investor dalam luar negeri sangat-sangat luar biasa. Tadi saya disampaikan yang ingin ikut program itu terdaftar sudah mencapai 192 perusahaan untuk program Waste to Energy yang baru saja kita sampaikan ini,” ujar Rosan kepada media di acara Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025, Jumat (10/10).
Sosialisasi ke 33 Kota
Rosan menjelaskan, program WtE telah disosialisasikan kepada pemerintah daerah di 33 kota, mulai dari tingkat gubernur, wali kota, hingga bupati. Dari hasil kajian, total potensi investasi program ini diperkirakan mencapai sekitar Rp91 triliun.
“Kalau saya sampaikan mungkin total investasinya itu mencapai kurang lebih Rp 91 triliun untuk kurang lebih di 33 daerah itu. Tetapi, kemungkinan besar karena waktu itu angka yang diambil berdasarkan 1.000 ton karena di satu daerah bisa menjadi lebih,” jelasnya.
Menurut Rosan, peluncuran program ini akan disertai proses tender terbuka oleh Danantara, sesuai mandat yang diberikan pemerintah. Selain kesiapan pengelolaan sampah, penentuan lokasi juga mempertimbangkan ketersediaan lahan dan air.
“Jadi diharapkan kita akan mulai proses tender terbuka ini, yang akan dilakukan oleh Danantara, sesuai dengan mandat yang diberikan kepada kami pada awal bulan November,” katanya.
Strategi dan Fokus Bisnis
Dalam rangka mengembangkan program WtE, Danantara memiliki strategi yang matang untuk memastikan keberlanjutan dan efisiensi. Salah satu aspek penting adalah kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan perusahaan swasta.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang menumpuk di lingkungan, tetapi juga membuka peluang baru dalam sektor energi terbarukan. Dengan mengubah sampah menjadi energi listrik, Danantara berupaya memberikan solusi yang ramah lingkungan sekaligus menghasilkan pendapatan yang signifikan.
Selain itu, Danantara juga fokus pada pengembangan bisnis yang berkelanjutan. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan telah melakukan restrukturisasi dan investasi dalam berbagai sektor, termasuk industri logam dan infrastruktur. Hal ini menunjukkan komitmen Danantara untuk terus berkembang dan berkontribusi positif terhadap ekonomi nasional.
Peluang Investasi dan Partisipasi
Kehadiran program WtE diharapkan dapat menarik lebih banyak investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan potensi investasi yang besar, proyek ini bisa menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain itu, partisipasi perusahaan-perusahaan dalam proyek ini menunjukkan bahwa ada kesadaran yang meningkat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan energi terbarukan. Ini juga menjadi peluang bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam upaya mengurangi dampak lingkungan.
Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, program WtE diharapkan dapat menjadi model sukses dalam pengelolaan sampah dan produksi energi di Indonesia. Danantara siap untuk memimpin inisiatif ini dan memastikan keberhasilannya di masa depan.