
Realisasi Investasi Kuartal III/2025
Realisasi investasi kuartal III/2025 mencapai angka sebesar Rp491,4 triliun atau tumbuh sebesar 13,9% secara year on year. Meskipun terjadi pertumbuhan yang signifikan, serapan tenaga kerja dalam laporan investasi kuartal tersebut semakin menurun. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan pelaku bisnis.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sebagai contoh, dengan realisasi investasi sebesar Rp491,4 triliun dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 696.478 orang, dibutuhkan setidaknya investasi sebesar Rp705,7 juta untuk setiap satu pekerja. Angka ini menunjukkan bahwa jumlah investasi yang diperlukan untuk menciptakan satu pekerja meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Pada kuartal III/2024, untuk menghasilkan satu pekerja investasi hanya membutuhkan sekitar Rp663,6 juta. Angka ini dihitung berdasarkan total realisasi sebesar Rp431,48 triliun dibagi jumlah serapan tenaga kerja sebesar 650.172 orang. Perbedaan antara kedua periode ini menunjukkan adanya peningkatan biaya investasi per pekerja.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi terkait penurunan kecepatan penyerapan tenaga kerja tersebut. Namun, jika melihat data realisasi investasi kuartal III/2025, porsi investasi di bidang hilirisasi semakin besar. Pada kuartal II/2025, proporsi investasi di bidang hilirisasi adalah 30,2%, sedangkan pada kuartal III/2025 naik menjadi 30,06%.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi RI pada kuartal III/2025 mencapai Rp491,4 triliun. Dari sisi kumulatif, realisasi investasi Januari-September 2025 mencapai Rp1.434,3 triliun atau sebesar 75,3% dari target sebesar Rp1.905,6 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani menyampaikan bahwa sepanjang Juli hingga September 2025, realisasi investasi tersebut tumbuh 13,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY). Ia menekankan bahwa penyerapan tenaga kerja merupakan hal yang paling penting bagi pihaknya.
Rosan menjelaskan bahwa kontribusi investasi per wilayah menunjukkan bahwa investasi di luar Jawa lebih tinggi dibandingkan Jawa, masing-masing sebesar 54,1% dan 45,9%. Hal ini menunjukkan bahwa daerah-daerah di luar Jawa mulai memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap realisasi investasi nasional.
Selain itu, BKPM juga mencatat adanya peningkatan penyerapan tenaga kerja sejumlah 696.478 orang, yang lebih tinggi dibandingkan kuartal II/2025 sebanyak 665.764 orang dan kuartal I/2025 yang sejumlah 594.104 orang. Peningkatan ini menunjukkan bahwa investasi yang masuk memiliki dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja.
Dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp212 triliun atau 43,1% dari total, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp279,4 triliun atau 56,9%. Hal ini menunjukkan bahwa PMDN masih mendominasi realisasi investasi di Indonesia.
Dilihat dari negaranya, investasi dari Singapura masih menempati peringkat pertama dengan angka US$3,8 miliar, disusul oleh Hong Kong dengan US$2,7 miliar, China dengan US$1,9 miliar, Malaysia dengan US$1 miliar, dan Amerika Serikat dengan US$800 juta. Investasi dari negara-negara tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan utama bagi investor asing.