Rosneft Dihukum AS, Nasib Kilang Tuban di RI Terancam?

admin.aiotrade 25 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Rosneft Dihukum AS, Nasib Kilang Tuban di RI Terancam?


aiotrade, JAKARTA — Pemerintah Indonesia tetap memastikan bahwa proyek Kilang Tuban, yang salah satu pemegang sahamnya adalah perusahaan minyak asal Rusia, Rosneft, tetap berjalan meskipun perusahaan tersebut baru saja mendapatkan sanksi dari pihak Amerika Serikat.

Proyek ini akan dikerjakan oleh mitra asal Rusia, yaitu Rosneft dan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). Pemerintah saat ini masih melakukan evaluasi ulang terhadap rencana investasi pada megaproyek Grass Root Refinery (GRR) di Jawa Timur.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa pemerintah bersama Pertamina akan fokus untuk mengeksekusi proyek tersebut karena menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.

“Menyangkut kilang yang selama ini kerja sama antara Pertamina dan Rosneft, sekarang masih dalam proses. Plan A dan Plan B semuanya akan dalam pembahasan,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Sebelumnya, Bahlil juga mengatakan bahwa sanksi yang diberikan AS kepada Rosneft tidak akan berdampak pada proyek Kilang Tuban di Indonesia. Namun, ia mengakui bahwa saat ini Pertamina dan Rosneft masih dalam pertimbangan.

Adapun, FID (Final Investment Decision) ditargetkan rampung pada kuartal IV/2025 mendatang.

“Tenang aja, banyak jalan menuju surga. Jangan terlalu khawatir berlebihan ya. Kita sudah siasati,” ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, Kilang Tuban belum berjalan karena pemerintah masih menghitung keekonomian dari proyek tersebut.

“Nah, sekarang kenapa belum jalan? Setelah dihitung kembali antara investasi dan nilai ekonominya masih terjadi review kembali lah,” kata Bahlil, beberapa waktu lalu.

Dia juga menegaskan bahwa perhitungan tersebut menjadi hal penting. Sebab, nilai investasi dari proyek Kilang Tuban cukup besar. Terlebih, belakangan nilai investasi proyek Kilang Tuban membengkak.

Tercatat, nilai investasi proyek tersebut kini berada di angka US$23 miliar atau setara Rp377,38 triliun (asumsi kurs Rp16.408 per US$). Angka ini naik dari rencana awal yang senilai US$13,5 miliar atau Rp205,05 triliun.

“Sampai dengan sekarang kita lagi melakukan evaluasi terhadap investasinya. Memang investasinya cukup gede di awal itu,” ucap Bahlil.

Proses Evaluasi Investasi

Pemerintah dan Pertamina sedang melalui tahapan evaluasi terhadap proyek Kilang Tuban. Hal ini dilakukan agar semua aspek terkait proyek dapat dipertimbangkan secara matang.

Beberapa faktor yang dievaluasi antara lain:

  • Keekonomian proyek – Pemerintah ingin memastikan bahwa proyek ini layak secara finansial dan memberikan manfaat bagi negara.
  • Dampak lingkungan – Diperlukan analisis terhadap kemungkinan dampak lingkungan dari pengoperasian kilang.
  • Kemampuan teknis dan operasional – Pastikan bahwa infrastruktur dan teknologi yang digunakan sesuai standar internasional.
  • Kemungkinan risiko – Termasuk risiko politik dan ekonomi yang bisa memengaruhi jalannya proyek.

Tantangan dan Peluang

Meskipun ada tantangan, proyek Kilang Tuban tetap memiliki potensi besar. Salah satunya adalah kemampuan untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak bumi nasional.

Selain itu, proyek ini juga diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Namun, Bahlil menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek.

Langkah Selanjutnya

Dalam waktu dekat, pemerintah akan menyelesaikan evaluasi investasi dan menentukan langkah-langkah selanjutnya.

Jika semua aspek telah dipertimbangkan dan disetujui, proyek Kilang Tuban akan segera dilanjutkan.

Dengan begitu, pemerintah berharap proyek ini bisa menjadi bagian dari upaya peningkatan ketahanan energi nasional.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan