PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) mengumumkan perubahan besar dalam strategi bisnisnya. Perusahaan yang sebelumnya bergerak di bidang properti kini beralih menjadi sebuah perusahaan investasi, atau holding company. Langkah ini menandai awal dari transformasi besar-besaran yang dilakukan oleh perseroan.
Fokus pada Pengembangan Bisnis Baru
Direktur Utama INDO, Leslie Soemedi, menjelaskan bahwa perseroan akan fokus pada pengembangan sektor-sektor baru, baik secara organik maupun anorganik. Sebagai langkah awal, INDO telah mendirikan PT Ratu Gula Asia (RGA), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi gula merah atau brown sugar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kami telah rampung membangun pabrik dengan kapasitas produksi 2.000 hingga 3.000 ton gula per bulan," ujar Leslie dalam keterangan resmi yang diterima aiotrade, Senin (15/12/2025).
Pabrik tersebut berlokasi di Kediri, Jawa Timur, dan merupakan proyek strategis yang sudah direncanakan sejak tahun 2024 lalu. Penambahan modal yang dilakukan oleh perseroan semakin memperkuat rencana ini.
Investasi dalam Produksi Gula Merah
Hingga September 2025, total modal yang telah disetor oleh INDO terhadap RGA mencapai Rp97 miliar. Angka ini membuat INDO menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 71,68%.
Bisnis gula merah ini dinilai memiliki prospek yang menjanjikan. Meningkatnya kebiasaan masyarakat untuk mengonsumsi brown sugar sebagai pemanis alami yang lebih sehat dibanding gula biasa menjadi salah satu faktor utama.
Ekspansi ke Sektor Teknologi
Selain bisnis gula, INDO juga sedang menyiapkan rencana pengembangan bisnis di sektor lainnya. Saat ini, perseroan tengah membidik perusahaan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). Manajemen INDO masih melakukan pembicaraan terkait rencana akuisisi perusahaan tersebut.
“Sebagai perusahaan investasi, kami akan fokus membangun portofolio yang solid dan berorientasi masa depan. Akuisisi perusahaan AI ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat transformasi kami,” papar Leslie.
Performa Keuangan yang Menggembirakan
INDO Chart by TradingView Hingga September 2025, laba bersih INDO tercatat meningkat 37% year on year (yoy) menjadi Rp24,76 miliar. Peningkatan ini ditopang oleh tumbuhnya pendapatan perseroan yang sebesar 12% yoy menjadi Rp22,19 miliar.
Perubahan fokus bisnis INDO menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus berkembang dan mengambil peluang di sektor-sektor yang menjanjikan. Dengan berbagai inisiatif yang telah dijalankan, INDO tampaknya siap menjadi salah satu perusahaan investasi yang kuat dan berkelanjutan di pasar Indonesia.