RS Yarsi: Gendang Telinga Korban Ledakan SMAN 72 Pecah

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
RS Yarsi: Gendang Telinga Korban Ledakan SMAN 72 Pecah

Penanganan Korban Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Direktur Medis Rumah Sakit Yarsi Jakarta Pusat, Muhammadi, mengonfirmasi adanya beberapa korban dari peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta yang mengalami pecah pada gendang telinga. Adi, demikian ia kerap disapa, menjelaskan bahwa korban yang mengalami kondisi tersebut akan menjalani evaluasi medis terlebih dahulu untuk menentukan langkah pengobatan selanjutnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Kalau enggak salah ada dua atau tiga pasien itu. Itu yang mau kami evaluasi, kami lihat dulu lebih lanjut,” ujar Adi saat ditemui di RS Yarsi, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 November 2025. Ia menambahkan bahwa pecahnya gendang telinga bisa saja terjadi akibat suara keras secara tiba-tiba, seperti ledakan yang terjadi di sekolah tersebut.

Hasil diagnostik dari dokter, kata Adi, akan menjadi dasar apakah korban membutuhkan prosedur operasi implan pada gendang telinga. “Kalau dia full pecah, kayak robek secara utuh, bolong di tengah begitu, seperti bedug, itu harus diimplan ya,” ujarnya.

Prosedur implan ini diperlukan agar robekan yang terjadi pada gendang telinga dapat tertutup kembali. Namun, jika terjadi robekan di tepi gendang telinga, Adi menjelaskan bahwa korban hanya perlu menjalani terapi farmasi serta evaluasi lanjutan. “Kalau usia anak, biasanya bisa menutup kembali,” kata Adi.

Adi tidak bisa memastikan apakah efek jangka panjang dari terjadinya robekan pada gendang telinga itu akan berdampak pada kurangnya pendengaran di masa depan. Ia hanya menyampaikan bahwa semua akan dapat dijelaskan setelah ada hasil evaluasi.

Ia mengatakan, biasanya pasien yang telah menjalani prosedur operasi atau perbaikan gendang telinga pendengarannya bisa kembali normal. “Harusnya bisa ya, harusnya kembali normal. Ada namanya audiometri, itu dulu yang akan kami lakukan,” tutur Adi.

Keluhan Korban Pasca Ledakan

Beberapa korban dari ledakan SMAN 72 Jakarta mengeluhkan sakit pada telinga atau terasa pengang. Ada semacam suara-suara berdenging usai ledakan terjadi. Misalnya, anak dari Indri Widyaningrum, siswa kelas X di SMA tersebut.

Indri menuturkan, sampai Jumat sore pasca kejadian anaknya masih mengeluhkan sakit pada telinga. “Kupingnya kayak pengang begitu katanya. Mungkin setelah ada suara ledakan keras itu ya,” ucapnya.

Siswa lain seperti Arsya juga mengeluhkan hal yang sama. Telinga dalamnya masih terasa sakit dan nyeri pascakejadian. Meski ia telah diperbolehkan pulang dari RS Islam Cempaka Putih pada Jumat malam, 7 November 2025, ia masih harus kontrol dua minggu ke depan. “Iya sudah boleh pulang. Tapi dokter tadi minta untuk datang lagi dua minggu ke depan. Untuk memeriksa lagi telinga saya,” ujarnya.

Proses Pengobatan dan Evaluasi

Dalam penanganan korban ledakan, pihak rumah sakit memberikan prioritas pada evaluasi medis yang menyeluruh. Setiap korban akan diperiksa oleh tim dokter spesialis untuk menentukan tingkat kerusakan dan jenis pengobatan yang diperlukan. Proses evaluasi ini melibatkan berbagai metode diagnosis, termasuk pemeriksaan fisik dan tes pendengaran.

Pemantauan jangka panjang juga dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada dampak permanen terhadap fungsi pendengaran korban. Selain itu, pasien yang mengalami cedera telinga juga diberikan arahan untuk kembali melakukan pemeriksaan berkala guna memastikan proses penyembuhan berjalan baik.

Peran Dokter dalam Penanganan Cedera Telinga

Dokter memiliki peran penting dalam menentukan apakah seorang korban memerlukan implan atau hanya perlu terapi farmasi. Kondisi gendang telinga yang pecah dapat terjadi karena tekanan suara yang sangat keras, sehingga perlu penanganan yang tepat sesuai dengan tingkat kerusakannya.

Selain itu, dokter juga memberikan edukasi kepada keluarga korban tentang cara merawat diri dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko komplikasi dan mempercepat proses pemulihan.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan