RTM Minta Maaf Atas Kesalahan Sebut Nama Presiden di KTT ASEAN

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
RTM Minta Maaf Atas Kesalahan Sebut Nama Presiden di KTT ASEAN


Radio Televisyen Malaysia (RTM), yang merupakan stasiun penyiaran publik milik pemerintah Malaysia, menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan komentator dalam menyebut nama Presiden Republik Indonesia saat tiba di KTT Ke-47 ASEAN. Kesalahan tersebut terjadi pada saat siaran langsung ketibaan para pemimpin negara-negara ASEAN dan pemimpin dunia di acara tersebut.

Dalam sesi siaran langsung yang berlangsung di Kuala Lumpur, komentator RTM secara tidak sengaja menyebut Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Joko Widodo. Hal ini terdengar oleh para wartawan dari berbagai negara yang hadir di media center KTT ASEAN.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Departemen Penyiaran Malaysia mengeluarkan pernyataan resmi dengan menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas kesalahan yang terjadi selama siaran langsung RTM dalam rangka KTT Ke-47 ASEAN dan pertemuan terkait yang diadakan di Pusat Konvensi Kuala Lumpur (KLCC). Dalam pernyataan tersebut, disebutkan bahwa kesalahan itu terjadi karena kelalaian dari komentator siaran.

Pihak RTM menjelaskan bahwa setelah melakukan penyelidikan internal, ditemukan bahwa komentator telah salah menyebut Presiden Republik Indonesia sebagai Joko Widodo, padahal saat ini Presiden RI adalah Prabowo Subianto.

RTM memandang hal ini dengan serius dan telah mengambil tindakan yang sesuai. RTM dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia, serta kepada semua pihak yang terdampak oleh kesalahan ini, tulis keterangan resmi RTM.

RTM juga menegaskan bahwa mereka akan terus memperkuat pengawasan editorial dan proses pemeriksaan fakta untuk memastikan bahwa semua informasi yang disiarkan akurat dan disampaikan dengan integritas. Tindakan pencegahan ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Langkah-Langkah yang Diambil RTM

  • RTM segera mengambil tindakan terhadap komentator yang terlibat dalam kesalahan penyiaran.
  • Proses evaluasi dan pelatihan kembali dilakukan untuk memastikan komentator lebih waspada dalam memberikan informasi.

  • Departemen Penyiaran Malaysia melakukan investigasi internal untuk mencari akar masalah.

  • Hasilnya digunakan sebagai bahan pembelajaran untuk meningkatkan standar penyiaran.

  • RTM menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada pihak-pihak yang terkena dampak kesalahan tersebut.

  • Termasuk Presiden Republik Indonesia dan pemerintah Indonesia, serta masyarakat luas yang menyaksikan siaran tersebut.

Pentingnya Akurasi Informasi dalam Penyiaran

Penyiaran publik memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi yang benar dan akurat. Kesalahan seperti ini dapat menimbulkan ketidakpuasan bagi audiens dan merusak reputasi stasiun penyiaran. Oleh karena itu, RTM memahami betapa pentingnya menjaga kredibilitas dan profesionalisme dalam setiap siaran.

Kesalahan penyebutan nama presiden dalam acara internasional seperti KTT ASEAN tentu menjadi perhatian serius. Hal ini bisa memengaruhi citra negara dan hubungan diplomatik antar negara. Untuk itu, RTM berkomitmen untuk memperbaiki sistem pemeriksaan fakta dan pengawasan editorial agar tidak terjadi kesalahan serupa di masa depan.

Tanggapan Masyarakat dan Media

Meskipun RTM segera memberikan permintaan maaf, beberapa pihak masih merasa kecewa dengan kesalahan yang terjadi. Beberapa media internasional juga melaporkan insiden ini sebagai bagian dari peristiwa yang terjadi selama KTT ASEAN.

Namun, langkah RTM dalam mengakui kesalahan dan mengambil tindakan tegas dinilai sebagai bentuk tanggung jawab. Hal ini menunjukkan bahwa stasiun penyiaran publik tetap peduli terhadap kebenaran dan kredibilitas informasi yang disampaikan kepada publik.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan