Rumah Nenek Sarina Roboh Dihantam Longsor, 9 Keluarga Terisolasi di Jember

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 33x dilihat
Rumah Nenek Sarina Roboh Dihantam Longsor, 9 Keluarga Terisolasi di Jember

Bencana Longsor di Kaliwates, Jember

Pada hari Minggu (19/10) sore, kawasan Kelurahan Kaliwates, Kabupaten Jember, dilanda bencana tanah longsor. Peristiwa ini menyebabkan satu rumah warga ambruk dan sembilan rumah lainnya terisolasi akibat jalan yang terputus.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Hujan deras yang berlangsung sejak dini hari hingga siang hari di wilayah tersebut menyebabkan air sungai di Kecamatan Kaliwates meluap dan mengikis tanah di bantaran sungai. Hal ini menjadi penyebab utama terjadinya longsoran.

Sekitar pukul 13.00 WIB, warga bernama Sarina (75 tahun) yang tinggal di Jalan Imam Bonjol mendengar suara retakan di rumahnya. Pada pukul 13.15 WIB, tanah longsor terjadi dan rumah nenek Sarina yang berukuran 2x4 meter di bantaran sungai ambruk ikut terbawa longsor.

Longsoran sepanjang sekitar 12 meter itu juga memutus jalan setapak selebar dua meter di depan rumah korban, sehingga sembilan rumah di sekitarnya terisolasi dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua. Akses jalan setapak terputus, membuat sembilan rumah tersebut tidak bisa keluar masuk kendaraan.

Indra Tri Purnomo, Kepala BPBD Jember, menjelaskan bahwa dua rumah di sebelah rumah Sarina kini juga terancam longsor susulan karena dinding bagian belakangnya mulai retak. Rumah nenek Sarina hanyut terbawa longsor, sehingga untuk sementara korban mengungsi di rumah tetangga atau kerabatnya.

Tim BPBD Jember telah melakukan asesmen, pendataan, serta mendistribusikan bantuan logistik bagi warga terdampak. Petugas juga memasang garis pembatas di area rawan longsor dan menyiapkan terpal untuk menutup area longsoran agar tidak meluas.

Indra mengimbau kepada masyarakat di lokasi, terutama dua rumah di sebelah rumah nenek Sarina, untuk mewaspadai terjadinya longsor susulan dan mengosongkan rumah bagian belakang. Dia menambahkan bahwa BPBD telah merekomendasikan agar Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) segera membangun dinding penahan atau bronjong untuk mencegah longsor lanjutan di kawasan tersebut.

Penanganan Darurat dan Langkah Pencegahan

BPBD Jember terus memantau situasi di lokasi bencana dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan warga. Selain itu, tim evakuasi juga sedang memastikan kondisi jalan dan akses ke daerah terdampak agar dapat segera dipulihkan.

Seluruh warga yang terdampak bencana diberikan bantuan berupa makanan, air minum, serta perlengkapan dasar kebutuhan sehari-hari. Pendataan terhadap jumlah korban dan kerusakan rumah juga terus dilakukan oleh petugas.

Dalam upaya pencegahan, BPBD Jember akan terus memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang tanda-tanda longsor serta langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi bencana serupa. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran dari pihak berwenang.

Kondisi Wilayah dan Potensi Ancaman

Wilayah Kaliwates memiliki risiko tinggi terhadap bencana alam seperti longsor, terutama saat musim hujan. Curah hujan yang tinggi dan topografi daerah yang curam menjadi faktor utama dalam terjadinya bencana ini.

Selain itu, adanya sungai yang melintasi kawasan tersebut juga meningkatkan potensi bahaya. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan menjaga kebersihan saluran air agar tidak terjadi penumpukan air yang bisa memicu longsoran.

Tindakan Jangka Panjang

Untuk mengurangi risiko bencana di masa depan, pemerintah setempat dan instansi terkait perlu melakukan beberapa langkah jangka panjang. Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur penanggulangan bencana, seperti tanggul, saluran drainase, dan sistem peringatan dini.

Selain itu, edukasi dan pelatihan bagi masyarakat tentang mitigasi bencana juga sangat penting. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana dan mengambil tindakan yang tepat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan