Rumah Warga Labuhan Lombok Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

admin.aiotrade 07 Nov 2025 4 menit 13x dilihat
Rumah Warga Labuhan Lombok Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
Rumah Warga Labuhan Lombok Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Kebakaran Rumah di Lombok Timur Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sebuah rumah semi permanen yang berada di Dusun Kampung Turingan, Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, ludes terbakar pada Kamis (6/11/2025) sore. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.30 Wita di rumah milik Hamirah (53), seorang pedagang yang tinggal bersama keluarganya di RT 002/RW 001, Dusun Kampung Turingan. Rumah berukuran 5x8 meter itu terbakar pada bagian atas yang terbuat dari kayu dan berdinding triplek.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut keterangan korban, Hamirah sedang mengukus kue di lantai bawah rumah ketika tiba-tiba mencium bau gosong. Saat memeriksa ke lantai atas, ia melihat api sudah menyala di dalam salah satu kamar. Api dengan cepat menjalar dan membakar seluruh bagian atas rumah.

“Begitu melihat api, saya langsung berteriak minta tolong. Warga datang membantu sambil menghubungi pemadam kebakaran,” ujar Hamirah saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, Nanang (40), keponakan korban yang juga tinggal di rumah tersebut, mengaku bahwa api kemungkinan berasal dari kamarnya di lantai atas. Sebelumnya, ia sedang mengecas telepon genggam dan meninggalkannya di lantai sebelum turun ke bawah. Tak lama kemudian, ia melihat kobaran api sudah membesar dari kamar tersebut.

“Saya langsung matikan KWH listrik dan berteriak minta tolong ke warga,” ungkap Nanang.

Warga sekitar bersama aparat desa berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sebelum satu unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Damkarmat Kecamatan Pringgabaya tiba di lokasi sekitar 30 menit kemudian. Tim damkar yang dipimpin Danru Zuhdi Alwi berhasil memadamkan api dan memastikan tidak ada sisa bara yang dapat memicu kebakaran ulang.

Kapolsek Pringgabaya bersama sejumlah anggota juga turun langsung ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi. Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga kuat disebabkan korsleting listrik dari charger ponsel yang ditinggalkan menyala.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun seluruh bagian atas rumah berikut isinya hangus terbakar. Barang-barang yang ikut terbakar antara lain satu unit telepon genggam dan perabot rumah tangga lainnya. Total kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan listrik, terutama saat melakukan pengisian daya ponsel tanpa pengawasan.

Penyebab Kebakaran yang Diungkap oleh Pihak Berwenang

Dari hasil investigasi awal yang dilakukan oleh pihak berwenang, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Hal ini didasarkan pada temuan bahwa charger ponsel yang digunakan oleh Nanang masih dalam keadaan menyala setelah ia meninggalkannya di lantai bawah.

Korban dan saksi mata menyatakan bahwa sebelum kejadian, mereka tidak menduga bahwa penggunaan alat elektronik seperti charger bisa menyebabkan bahaya besar. Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada dalam menggunakan peralatan listrik.

Beberapa langkah pencegahan yang direkomendasikan oleh pihak kepolisian antara lain: * Memastikan semua alat elektronik dimatikan setelah digunakan. * Menghindari penggunaan alat listrik yang rusak atau tidak layak pakai. * Menyimpan alat elektronik di area yang aman dan jauh dari bahan mudah terbakar.

Tindakan Darurat yang Dilakukan Warga dan Petugas

Ketika api mulai menyebar, warga sekitar langsung bertindak cepat untuk membantu memadamkan api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Mereka menggunakan alat seadanya seperti ember, selang air, dan alat-alat sederhana lainnya untuk mengurangi dampak kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar 30 menit setelah kejadian. Mereka berhasil mengendalikan api dan memastikan tidak ada sisa bara yang bisa menyebabkan kebakaran ulang. Proses pemadaman dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak struktur bangunan yang masih bisa diperbaiki.

Selain itu, polisi juga turun langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Hasil pemeriksaan ini akan menjadi dasar dalam penyelidikan lebih lanjut.

Kerugian yang Ditanggung Korban

Korban kebakaran, yaitu Hamirah dan keluarganya, mengalami kerugian besar akibat peristiwa ini. Seluruh bagian atas rumah, termasuk kamar-kamar dan perabot rumah tangga, hangus terbakar. Salah satu barang yang hilang adalah satu unit telepon genggam yang sempat digunakan oleh Nanang.

Total kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta. Korban mengaku kesulitan dalam menghadapi kerugian finansial yang begitu besar, terlebih karena rumah tersebut merupakan tempat tinggal utama bagi keluarga mereka.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan