Rupiah Berpotensi Naik Akibat Pemangkasan Suku Bunga The Fed

admin.aiotrade 11 Des 2025 3 menit 16x dilihat
Rupiah Berpotensi Naik Akibat Pemangkasan Suku Bunga The Fed


Nilai tukar rupiah diperkirakan akan mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Kamis (11/12). Penguatan ini didorong oleh keputusan Bank Sentral AS yang memangkas suku bunga acuannya pada Desember 2025.

Menurut Analis Doo Financial Futures Lukman Leong, rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang sedang melemah setelah The Fed (Federal Reserve) melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. “Pemangkasan suku bunga ini memberikan dampak positif terhadap rupiah karena dolar AS cenderung melemah,” ujarnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Keputusan The Fed tersebut juga membuat prospek pemangkasan suku bunga AS pada tahun 2026 berkurang menjadi hanya satu kali. Namun, menurut Lukman, harapan untuk perubahan ini bisa muncul jika ada pergantian kepala The Fed tahun depan, yang merupakan pilihan Presiden Donald Trump.

“Rupiah diperkirakan akan berada di kisaran Rp 16.600 hingga Rp 16.700 per dolar AS,” tambahnya.

Rupiah Berpeluang Menguat Terbatas Jelang Rapat Bank Sentral AS The Fed

Beberapa faktor eksternal dan internal turut memengaruhi perkembangan nilai tukar rupiah. Salah satunya adalah prospek penguatan rupiah jelang rapat Bank Sentral AS The Fed. Meskipun penguatan diperkirakan terbatas, investor tetap melihat peluang positif dari kebijakan moneter yang lebih longgar.

Selain itu, meningkatnya indeks kepercayaan konsumen domestik juga menjadi faktor pendukung penguatan rupiah. Kebijakan pemerintah yang mendukung sektor ritel dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri juga berkontribusi terhadap stabilitas rupiah.

Rupiah Menguat Ditopang Meningkatnya Indeks Kepercayaan Konsumen Domestik

Data terbaru menunjukkan bahwa indeks kepercayaan konsumen di Indonesia sedang mengalami peningkatan. Hal ini mencerminkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan daya beli yang semakin baik. Selain itu, penjualan ritel domestik juga menunjukkan pertumbuhan yang positif, yang berdampak langsung pada penguatan rupiah.

Faktor-faktor ini membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah meski ada tekanan dari pasar global. Investor dan analis percaya bahwa rupiah masih memiliki ruang untuk menguat dalam jangka pendek.

Rupiah Berpotensi Melemah Terbatas Usai Data Pengangguran AS Membaik

Di sisi lain, data pengangguran AS yang membaik dapat memberikan tekanan terhadap penguatan rupiah. Jika data ekonomi AS menunjukkan kekuatan yang lebih baik, maka dolar AS cenderung menguat, sehingga membatasi potensi penguatan rupiah.

Namun, secara keseluruhan, rupiah tetap diharapkan mengalami apresiasi dalam beberapa hari ke depan.

Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Saat Ini

Berdasarkan data Bloomberg pagi ini, rupiah berada di level Rp 16.659 per dolar AS. Angka ini menunjukkan penguatan sebesar 29 poin atau 0,17% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana juga memproyeksikan penguatan rupiah ke level Rp 16.790 per dolar AS. Ia menilai bahwa penguatan ini sangat dipengaruhi oleh keputusan The Fed yang memangkas suku bunga acuannya semalam, sehingga tingkat suku bunga kini berada di kisaran 3,5%-3,75%.

Selain itu, faktor domestik seperti peningkatan kepercayaan konsumen dan pertumbuhan penjualan ritel juga menjadi penopang utama penguatan rupiah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan