Rupiah Diperkirakan Fluktuatif Jumat (27/2), Ini Proyeksinya


aiotrade.CO.ID - JAKARTA.

Nilai tukar rupiah mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (26/2/2026). Berdasarkan data yang dirilis oleh pasar spot, rupiah menguat sebesar 0,24% secara harian dengan berada di level Rp16.759 per dolar AS. Sementara itu, kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) juga mencatatkan penguatan sebesar 0,32% ke posisi Rp16.758 per dolar AS.

Sejumlah analis menilai bahwa pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi geopolitik, khususnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Hal ini menjadi sentimen utama yang memengaruhi stabilitas nilai tukar mata uang nasional.

Lukman Leong, analis mata uang dari Doo Financial Futures, menyatakan bahwa rupiah besok akan tergantung pada hasil perundingan tersebut. Ia menjelaskan bahwa faktor eksternal seperti situasi geopolitik dan kebijakan perdagangan AS tetap menjadi perhatian utama pasar.

Dari sisi domestik, Lukman menilai bahwa prospek pelonggaran kebijakan pemerintah serta kemungkinan pemangkasan suku bunga Bank Indonesia masih menjadi faktor negatif bagi rupiah. Namun, lonjakan penerimaan pajak pemerintah hingga akhir Januari yang meningkat sebesar 30,7% secara tahunan dinilai sedikit meredakan kekhawatiran pasar terhadap isu defisit fiskal.

Ia memperkirakan rupiah pada Jumat (27/2/2026) akan bergerak dalam kisaran Rp 16.700 hingga Rp 16.850 per dolar AS.

Sementara itu, Ibrahim Assuaibi, pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, menilai bahwa pelemahan indeks dolar AS turut memberikan dukungan terhadap penguatan rupiah. Pelaku pasar saat ini tengah memantau perkembangan diplomatik antara AS dan Iran di Jenewa terkait negosiasi program nuklir Teheran.

Menurut Ibrahim, ketidakpastian kebijakan tarif baru AS serta berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) setelah beberapa pejabatnya kembali menegaskan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi juga menjadi faktor yang memengaruhi pasar.

Dari dalam negeri, ia melihat respons pemerintah terhadap perubahan kebijakan tarif AS serta keberlanjutan perjanjian dagang Indonesia-AS sebagai sentimen positif bagi stabilitas ekonomi.

“Untuk perdagangan besok, rupiah diperkirakan akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp 16.750 hingga Rp 16.780 per dolar AS,” kata Ibrahim.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan