Rupiah Diperkirakan Melemah Pada Selasa, Pantau Sentimennya

admin.aiotrade 15 Des 2025 2 menit 13x dilihat
Rupiah Diperkirakan Melemah Pada Selasa, Pantau Sentimennya

Pergerakan Rupiah pada Awal Pekan

Pada awal pekan ini, nilai tukar rupiah mengalami penurunan setelah sebelumnya menguat selama dua hari perdagangan. Pada hari Senin (15/12/2025), kurs rupiah di pasar spot melemah sebesar Rp 21 atau 0,13% menjadi Rp 16.667 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara itu, kurs rupiah Jisdor juga melemah sebesar Rp 17 atau 0,10% menjadi Rp 16.669 per dolar AS.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyampaikan bahwa rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS karena adanya kekhawatiran para pelaku pasar terkait ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate). Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan dilaksanakan pada 16-17 Desember 2025, BI masih berpeluang untuk melonggarkan atau mempertahankan suku bunga acuan yang saat ini berada di level 4,75%.

“Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS terbebani oleh kekhawatiran prospek suku bunga BI ke depannya, walau pada pertemuan Rabu ini diperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga,” ujar Lukman kepada aiotrade, Senin (15/12/2025).

Dari sisi eksternal, pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa pergerakan rupiah pada Senin (15/12/2025) dipengaruhi oleh sentimen dovish dari The Fed. Setelah melakukan pemangkasan suku bunga minggu lalu dan memberi sinyal akan segera mulai membeli obligasi pemerintah jangka pendek mulai Desember, dengan laju bulanan sebesar US$ 40 miliar.

Aktivitas pembelian aset The Fed menghadirkan prospek dovish untuk kebijakan moneter, terutama mengingat kondisi likuiditas lokal kemungkinan akan semakin melonggar dengan suntikan dana tunai.

Fokus pada Data Ekonomi AS

Untuk perdagangan Selasa (16/12/2025), pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh fokus pelaku pasar terhadap data pekerjaan di sektor non-pertanian AS dan data CPI untuk November, yang akan dirilis pada hari Selasa dan Kamis.

“Data pekerjaan, yang biasanya dirilis pada hari Jumat pertama setiap bulan, tertunda karena penutupan pemerintah yang berkepanjangan pada bulan Oktober dan November,” jelas Ibrahim.

Lukman menambahkan bahwa rupiah pada Selasa (16/12) diperkirakan akan berkonsolidasi. Sentimennya karena investor cenderung wait and see terhadap rilis data inflasi AS pada Selasa dan keputusan RDG BI pada hari Rabu.

Dengan begitu, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak di rentang Rp 16.600 – Rp 16.700 per dolar AS.

Sedangkan Ibrahim memprediksi rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada rentang Rp 16.660 – Rp 16.690 per dolar AS.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan